Trauma Marsha Timothy yang Tak Bisa Dilupakan, Saat Putrinya Sakit

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Marsha Timothy/Foto: Instagram/Marsha Timothy

Marsha Timothy/Foto: Instagram/Marsha Timothy

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Setiap orang punya traumanya masing-masing, termasuk seorang figur publik dan pemain film Marsha Timothy. Perempuan kelahiran 8 Januari 1979 ini menceritakan pengalamannya berperan seorang Ibu dalam film layar lebar bertajuk "Kembang Api" yang diproduksi oleh Falcon Pictures. 

Melaui laman reels Instagram miliknya, Marsha bercerita bahwa ia bukanlah orang yang ambisius. Terdapat hal-hal yang membuatnya trauma, yakni masa-masa tersulit saat anaknya sedang sakit. Kebetulan pada saat itu ia sedang tidak ada di Indonesia, semuanya dalam keadaan yang asing membuatnya makin merasa tertekan dan stres. "Itulah hal yang membuatnya traumatis," ungkap ibu Jizzy Pearl Bastian ini. 

Pemeran film Noktah Merah Perkawinan ini juga berbagi bahwa jangan menjadi orang yang tidak peduli dengan mengadu nasib seakan-akan masalah orang lain itu tidak seberapa. "Semakin kamu tidak peduli dengan orang lain semakin orang lain akan merasa menjadi tidak ada gunanya lagi dalam hidup ini, ungkapnya. "Masalah orang tidak boleh dianggap remeh, never ever underestimated masalah orang," tambah istri Vino G. Bastian ini.  

Film Kembang Api sendiri bercerita tentang empat orang yang mencoba bunuh diri, namun selalu gagal. Hingga akhirnya mereka memutuskan tidak jadi bunuh diri. Film yang dibintangi  Donny Damara, Ringgo Agus Rahman, Marsha Timothy dan Hanggini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 2 Maret 2023.

WIDYA FITRIANINGSIH 

Pilihan Editor:Gaya Fashion Aurel Hermansyah dan Marsha Timothy Berbalut Koleksi Raya Klamby

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."