Berat Badan Bertambah pada Karena Liburan, Ini Tips Agar Resolusi Diet Tercapai

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi wanita diet. Freepik.com/Schantalao

Ilustrasi wanita diet. Freepik.com/Schantalao

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Resolusi memiliki berat badan ideal sepertinya menjadi salah satu target umum yang dimiliki masyarakat. Resolusi diet itu biasanya selalu ada setiap tahun baru. Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Michael Triangto, Sp.KO menyarankan beberapa hal agar resolusi diet ini bisa tercapai.

Menurut Michael, sebaiknya menetapkan target berat badan ideal harus realistis, dapat dicapai dan dilakukan secara bertahap. Jangan sampai masyarakat menetapkan resolusi untuk menurunkan berat badan di awal tahun dengan target yang sangat tinggi. 

“Goals atau resolusi yang bisa kita nyatakan pada awal tahun adalah cita-cita kita. Asal jangan terlalu muluk-muluk,” kata Michael yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) pada Rabu 4 Januari 2022. 

Ia mencontohkan, jika seseorang menargetkan penurunan berat badan sebanyak 10 kilogram selama setahun. Menurutnya akan lebih realistis bila seseorang menetapkan target secara bertahap, misalnya dalam 6 bulan pertama menurunkan 5 kilogram, dan sisanya pada 6 bulan selanjutnya. 

“Bayangkan kalau yang berat badan idealnya itu masih 10 kilogram, 20 kilogram, bahkan 30 kilogram, enggak mungkin kita dalam satu waktu itu dapat mencapai itu semua. Bertahap,” imbuh Michael.

Masalah berat badan kerap dialami masyarakat setelahh menghadapi hari raya atau libur panjang. Pada libur Natal dan Tahun Baru, hingga liburan Idul Fitri biasanya berat badan seseorang bertambah karena makan makanan dalam jumlah yang lebih banyak dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga.

Michael sangat menyarankan agar masyarakat berkonsultasi dengan dokter bila ingin menetapkan penurunan berat badan. Dengan begitu, seseorang bisa menentukan target penurunan yang ideal. 

Menurut Michael, goals penurunan berat badan biasanya justru lebih sulit untuk dilakukan bagi orang-orang yang sebelumnya sudah memiliki berat badan ideal. Mereka terkadang menganggap remeh apabila terjadi kenaikan berat badan yang tidak signifikan sehingga menunda-nunda olahraga dan diet.

“Gangguannya terlalu banyak. ‘Selama ini saya sudah olahraga, cukup berat’, sehingga dengan mulai lagi, itu kan harusnya sih bisa, cuma malas tidak secara psikologisnya? Nah, tetap saja kita harus mulai dari bawah dulu,” kata dia.

Apabila terjadi kenaikan berat badan akibat berkurangnya aktivitas fisik dan makan berlebih di masa liburan, Michael pun menyarankan untuk memulai kembali latihan fisik dengan jalan cepat (racewalking). Menurut dia, aktivitas fisik ini termasuk jenis yang paling murah dan mudah sehingga siapapun dapat melakukannya kapan pun dan di mana pun.

Sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik dengan intensitas sedang dapat dilakukan dengan durasi 150 menit per minggu. Menurut Michael, total durasi itu pun dapat dibagi-bagi dengan 30-50 menit dalam frekuensi 3-5 hari seminggu. Jika kebiasaan aktivitas fisik itu telah terbangun, maka program dapat ditingkatkan intensitasnya dengan olahraga yang lebih berat.

“Bilamana yang bersangkutan sudah biasa jalannya cepat, tentunya kita berpikir yang lain. Mau ditingkatkan boleh-boleh saja karena mungkin jalan cepat itu intensitasnya sudah terlalu ringan buat dia karena dia terbiasa,” kata Michael.

Apakah kamu juga punya resolusi diet tahun ini? 

Baca: Resolusi 2020 Mau Diet? Hindari Pil Diet dan 7 Kesalahan Lainnya

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."