10 Efek Tidur dengan Lampu Menyala, dari Migrain hingga Pengaruhi Kesuburan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita tidur. Freepik.com

Ilustrasi wanita tidur. Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Apakah kamu tidur dengan lampu menyala atau padam? Jawabannya pasti beragam tergantung kenyamanan masing-masing. Akan tetapi, ada fakta diketahui terkait efek tidur dengan lampu menyala. Ternyata, ada sederet efek tidur dengan lampu menyala pada kesehatan tubuh.

Berikut 10 efek tidur dengan lampu menyala.

1. Tidur Tak Berkualitas

Paparan cahaya yang terkena ke tubuh saat tidur dikatakan dapat mempersulit otak kita untuk mencapai tidur yang lebih dalam. Semakin dangkal fase tidur yang didapatkan di malam hari, maka semakin banyak osilasi (aktivitas) otak yang memungkinkan manusia mencapai tahap tidur yang lebih dalam terpengaruh secara negatif.

2. Kurang Fokus

Jika tidur kurang berkualitas, seseorang bisa tidak fokus menjalani aktivitas keesokan harinya. Hal ini tentu berbahaya jika seseorang perlu mengendarai mobil, motor atau saat bekerja.

3. Depresi

Suatu studi mengkaitkan antara tidur menggunakan lampu menyala dengan depresi. Selain itu, blue light yang dipancarkan dari perangkat elektronik memiliki efek terburuk pada suasana hati. Kurang tidur juga dapat menyebabkan kemurungan dan lekas marah. Anak-anak yang kurang tidur mungkin lebih hiperaktif.

4. Obesitas

Merujuk Healthline, satu studi menyimpulkan bahwa pada wanita, obesitas lebih banyak terjadi pada mereka yang tidur dengan perangkat elektronik atau lampu menyala. Sementara efek lampu di luar kamar tidak sebesar faktor sumber cahaya di dalam kamar tidur.

Salah satu faktor penyebab obesitas yang kurang tidur adalah asupan makanan. Suatu penelitian telah menunjukkan bahwa semakin sedikit waktu tidur berkualitas, maka semakin banyak makanan yang kemungkinan kamu makan keesokan harinya. Ini juga dapat memengaruhi waktu makan kamu. Perlu diingat, makan ketika larut malam dapat menyebabkan penambahan berat badan.

5. Picu Tekanan Darah Tinggi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar lampu dapat mempersingkat produksi melatonin rata-rata 90 menit. Selain itu, penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa paparan cahaya lampu memotong melatonin lebih dari 50 persen. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah.

Sebab, melatonin juga dapat mengatur tekanan darah. Penurunan melatonin yang disebabkan oleh paparan cahaya yang tidak perlu saat tidur dapat meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: Orang dengan 3 Kondisi Ini Tidak Boleh Tidur Kurang dari 6 Jam

6. Migrain

Penelitian yang dilakukan oleh Chronobiology International menetapkan bahwa orang yang terpapar cahaya berlebihan di malam hari memiliki tekanan darah yang jauh lebih tinggi daripada orang yang tidur dalam kegelapan. Hal tersebut bisa memicu migrain.

Apakah kamu suka menggunakan gadget sebelum tidur atau menonton TV di tempat tidur? Jika iya, maka segeralah hentikan kebiasaan ini. Barang elektronik seperti ponsel pintar, laptop, tablet, dan televisi memancarkan cahaya yang bisa memicu migrain.

7. Merusak Mata

Radiasi menyebabkan stres oksidatif, yang menghambat kemampuan tubuh untuk mengeluarkan racun. Inilah yang dapat menyebabkan migrain, ketegangan mata, dan dalam skenario terburuk, bahkan kebutaan.

8. Pengaruhi Kesuburan Wanita

Tidur dengan lampu menyala juga bisa menganggu kesuburan. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh Epidemiology, para wanita yang berkerja pada shift malam memiliki masalah terkait siklus menstruasi.

Riset tersebut melibatkan 71 ribu lebih wanita. Semakin lama mereka bekerja dalam shift malam, semakin tak teratur menstruasi yang dialami. Para peneliti menyimpulkan gangguan paparan cahaya dan siklus tidur dan bangun yang tak teratur memengaruhi kesuburan para pekerja wanita.

9. Peningkatan Risiko Penyakit Kronis

Jika cahaya terus mengganggu tidur dalam jangka panjang, maka ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis tertentu. Penyakit kronis yang dapat ditimbulkan seperti obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

10. Hormon Tidak Seimbang

Tidur dengan lampu menyala juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Pada malam hari, kelenjar pineal (epiphysis cerebri), kelenjar endokrin di otak manusia akan menghasilkan hormon yang disebut melatonin. Melatonin ini berperan untuk mengatur serta menyinkronkan ritme sirkadian tubuh yang lebih dikenal sebagai siklus tidur-bangun normal.

Selain itu, hormon ini juga akan bertanggung jawab atas fungsi vital tubuh lainnya seperti untuk mengatur tekanan darah, reproduksi, dan mencegah peradangan.

BISNIS | HEALTHLINE

Baca juga: Kenali Gejala Kurang Tidur pada Anak dan Orang Dewasa

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."