Ratu Elizabeth II di Bawah Pengawasan Medis, Begini Kondisi Kesehatannya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ratu Elizabeth menanti kehadiran Liz Truss selaku Perdana Menteri Inggris yang baru, di Kastil Balmoral, Skotlandia, Inggris 6 September 2022.  Jane Barlow/Pool via REUTERS

Ratu Elizabeth menanti kehadiran Liz Truss selaku Perdana Menteri Inggris yang baru, di Kastil Balmoral, Skotlandia, Inggris 6 September 2022. Jane Barlow/Pool via REUTERS

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kondisi kesehatan Ratu Elizabeth II mengkhawatirkan menurut pantauan tim doktenya. Hal itu disampaikan Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan, pada Kamis pagi, 8 September 2022.

"Menyusul evaluasi lebih lanjut pagi ini, para dokter Ratu mengkhawatirkan kesehatan Yang Mulia dan merekomendasikan dia tetap di bawah pengawasan medis," bunyi pernyataan itu. "Sang Ratu tetap nyaman dan berada di Balmoral."

Keluarga ratu berusia 96 tahun itu telah diberitahu, kata sumber kerajaan.

"Yang Mulia Pangeran Charles dan Camilla sudah di Balmoral," kata Istana Buckingham, begitu pula dengan Pangeran William yang kini tinggal di Windsor.

Kabar ini menyusul pengumuman sehari sebelumnya, Rabu, bahwa Ratu tidak akan memimpin pertemuan Dewan Penasihat yang dijadwalkan agar dia bisa beristirahat.

"Setelah seharian penuh kemarin, Yang Mulia sore ini menerima saran dokter untuk beristirahat," kata istana dalam sebuah pernyataan. "Ini berarti pertemuan Dewan Penasihat yang seharusnya diadakan malam ini akan diatur ulang."

Pada hari Selasa, Ratu menyambut pemimpin Partai Konservatif yang kini menjadi Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, dan mengucapkan selamat tinggal resmi kepada Perdana Menteri Boris Johnson.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Truss mengatakan: "Seluruh negeri akan sangat prihatin dengan berita dari Istana Buckingham saat makan siang ini. Pikiran saya - dan pikiran orang-orang di seluruh Inggris - bersama Yang Mulia Ratu dan keluarganya pada saat ini."

Ratu Elizabeth telah menggunakan tongkat secara teratur sejak Oktober lalu dan telah mengalami masalah mobilitas yang berkelanjutan. Pada bulan yang sama, dia membatalkan perjalanan yang dijadwalkan ke Irlandia Utara di bawah saran medis dari dokternya dan menghabiskan malam di rumah sakit.

Ratu juga memutuskan untuk tidak hadir pada upacara Hari Remembrance pada bulan November karena punggungnya terkilir dan memilih untuk tidak merayakan Natal tradisional bersama keluarga kerajaan di Sandringham, sebagian karena meningkatnya kasus COVID-19 di sekitar liburan.

Pada bulan Februari, istana mengumumkan bahwa Ratu Elizabeth positif COVID-19. "Yang Mulia mengalami gejala seperti pilek ringan, tetapi berharap untuk melanjutkan tugas ringan di Windsor selama minggu mendatang," kata istana.

Ratu membuat tiga penampilan untuk akhir pekan Platinum Jubilee, perayaan 70 tahun dia bertakhta, pada bulan Juni, tetapi melewatkan beberapa acara.

Tamasya publik terakhirnya adalah pada bulan Juli, ketika dia melangkah keluar dengan putrinya, Putri Anne, untuk membuka gedung Thames Hospice baru dengan 28 tempat tidur. Di sana, Ratu Elizabeth II dengan antusias mengobrol dengan pasien Pat White, juga berbicara dengan staf dan sukarelawan selama tur.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Diprediksi Tak akan Lagi Tinggal di Istana Buckingham, Kenapa?

PEOPLE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."