Gen Z dan Milenial Makin Rajin Sarapan, Ini Tips Memilih Makan Pagi Sehat

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi sarapan. Pixabay.com

Ilustrasi sarapan. Pixabay.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Selama setahun terakhir, banyak orang tinggal di rumah akibat pandemi, kebiasaan baru pun terbentuk. Menurut survei Herbalife Nutrition bertajuk Asia Pacific Breakfast Habits Survey 2021 yang dibuat untuk memahami dampak pandemi yang memicu perubahan positif dalam kebiasaan sarapan konsumen di Asia Pasifik, telah didapati bahwa dua dari lima (37 persen) gen Z dan milenial mulai lebih sering menyiapkan sarapan pada pagi hari, sedangkan setengah dari responden sudah memulai untuk melakukan sarapan, mereka mulai melakukan sarapan enam sampai tujuh hari per minggu.

Dalam hal kebiasaan sarapan harus mempertimbangkan dua hal utama yaitu frekuensi sarapan dan nutrisi yang terkandung dalam menu sarapan sehat.

Seperti yang diungkapkan dalam survei, Gen Z dan Milenial meningkatkan frekuensi sarapan mereka karena motivasi mereka untuk meningkatkan kesehatan (65 persen); memiliki lebih banyak waktu untuk menyiapkan sarapan (48 persen); dan keinginan mereka untuk memanfaatkan waktu di rumah untuk melakukan perubahan gaya hidup lebih positif (41 persen). Sebagai tambahan informasi, mereka juga sudah mulai makan lebih sehat dengan memperbanyak sayuran dan buah (57 persen); memastikan asupan dengan nutrisi yang seimbang (54 persen); dan meminum lebih banyak air putih (52 persen).

Meskipun sudah ada perubahan positif pada kebiasaan sarapan mereka, namun menjadikan sarapan sebagai komitmen harian memang membutuhkan usaha dan tekad untuk memastikan bahwa kebiasaan baik ini tetap berjalan secara kontinu.

Berikut adalah beberapa tips dari Susan Bowerman, Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition, tentang manfaat sarapan sehat dan cara memastikan kebiasaan sarapan sehat dapat berjalan secara konsisten. Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers pada 16 Februari 2022.

Apa Sarapan yang Baik?
Makanan saat sarapan dapat mempengaruhi perasaan dan aktivitas sepanjang hari. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat sarapan yang baik untuk Anda.

Sarapan yang sehat dapat membuat Anda tetap bersemangat hingga waktu makan atau camilan berikutnya. Sarapan yang seimbang akan memberi daya tahan. Makanan dengan protein membantu menahan rasa lapar, dan makanan berserat tinggi membantu membuat tetap kenyang.

Selain itu, sarapan sehat juga sebaiknya bisa memberikan pasokan energi untuk tubuh dan otak. Di setiap pagi, perut terasa kosong. Ketika makan makanan yang tepat untuk sarapan, dapat memberikan energi lebih pada otot dan otak, dengan bahan bakar yang dibutuhkan untuk kinerja yang optimal.

Sarapan sehat juga sebaiknya bisa membantu menghindari perubahan gula darah dan mengurangi rasa lapar. Menu makanan seimbang yang mengandung protein dan karbohidrat sehat dapat memberikan energi berkelanjutan di seluruh sistem tubuh, dan membantu mencegah perubahan pada gula darah yang memicu keinginan untuk nyemil atau makan makanan tidak sehat lainnya. Hal ini berlaku selama tidak memiliki masalah medis terkait kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah.

Sarapan yang sehat juga bisa membuat pilihan makanan yang lebih baik sepanjang hari. Orang yang melewatkan sarapan sering kali mempunyai keinginan ngemil makanan manis dan berlemak yang bisa bertahan sepanjang hari. Setiap melakukan sarapan, keinginan untuk makan yang manis-manis turun drastis. Jika sarapan tinggi protein, itu juga cenderung mengurangi keinginan untuk makanan asin dan berlemak. Jadi, makanan yang tepat di pagi hari dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan makanan yang tidak sehat di kemudian hari, dan mengarahkan ke pilihan yang lebih sehat.

Sarapan sehat juga sebaiknya bisa menyediakan protein yang cukup untuk mendukung kesehatan otot. Makan cukup protein di pagi hari tidak hanya membantu memuaskan rasa lapar, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan otot. Bagi banyak orang, makanan khas sehari-hari cenderung memberikan sedikit protein saat sarapan, sedikit lebih banyak saat makan siang, dan jumlah yang jauh lebih besar saat makan malam. Ini adalah pola yang tidak baik untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot. Pembentukan protein otot dapat meningkat apabila asupan protein lebih merata sepanjang hari.

Baca: Hindari Makanan Lemak Jenuh Tinggi saat Sarapan, Dokter Ungkap Alasannya

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."