Kena Covid-19, Bukan Berarti Harus Tidur Terus

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Webinar berjudul 'Jangan Lengah, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Mencegah Penularan Covid-19' pada 3 Februari 2022/Soho

Webinar berjudul 'Jangan Lengah, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Mencegah Penularan Covid-19' pada 3 Februari 2022/Soho

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada beberapa rumor menyebutkan bahwa orang yang terkena Covid-19 harus tidur terus menerus. Dokter Spesialis Penyakit paru dari RSUP Persahabatan Erlina Burhan mengatakan tidak ada jurnal ilmiah yang mengatakan orang yang terinfeksi Covid-19 hanya boleh melakukan tidur. "Agar sembuh, tidak hanya bisa tidur saja. Perlu konsumen vitamin, konsumsi obat dan mengatasi berbagai gejala yang dialami pasien," kata Erlina dalam webinar berjudul 'Jangan Lengah, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Mencegah Penularan Covid' pada 3 Februari 2022.

Erlina mengatakan ada beberapa gejala yang dialami para pasien Covid-19. Ada yang merasakan nyeri otot, ada juga yang mengalami pilek atau batuk. Pasien ini perlu pula mengkonsumsi obat-obatan yang bisa meredakan nyeri otot atau penyakit pilek dan batuk yang dialaminya. "Jadi tidak bisa semua diatasi hanya dengan tidur, tidur, tidur," katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa penting pula para pasien Covid-19 untuk mengkonsumsi gizi seimbang. Asupan makanan bergizi itu tentu akan membantu memulihkan kondisi kesehatan pasien.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi dari RSCM Jakarta Iris Rengganis setuju dengan dokter Erlina. Iris mengatakan tidur memang penting untuk memulihkan kondisi tubuh, namun setiap orang cukup tidur 8 jam sehari sudah cukup. "Tidur 8 jam sehari cukup, jangan sampai 24 jam sehari tidurnya," kata Iris.

Ia pun menambahkan bahwa penting sekali agar para pasien Covid-19 mengkonsumsi makanan penuh gizi. Ia pun menyarankan untuk tetap mengkonsumsi karbohidrat seperti nasi atau sumber karbohidrat lain. Ia pun menyarankan untuk mengkonsumsi vitamin dan mineral. "Vitamin A, B, C, D, E dikonsumsi tidak apa apa," katanya.

Yang dia larang adalah mengkonsumsi makanan manis. Rasa manis, sebaiknya didapat dari karbohidrat atau buah-buahan saja. "Jangan banyak-banyak makanan manis, karena gula itu makanannya virus," kata Iris.

Ia pun mengingatkan agar pasien Covid-19 turut rajin berjemur demi mendapat asupan vitamin D dalam tubuh. "Yang terakhir adalah tetap rajin berdoa agar lebih tenang," katanya.

Baca: Meghan Markle Sampaikan Bahaya Serius dari Misinformasi COVID-19

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."