Stres Meningkat, Pentingnya Dukungan Mental pada Pelajar Selama Pandemi

Ilustrasi mahasiswi/pelajar. Shutterstock

kesehatan

Stres Meningkat, Pentingnya Dukungan Mental pada Pelajar Selama Pandemi

Senin, 6 September 2021 13:25 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - Pembelajaran jarak jauh sudah lebih setahun dilakukan. Ada banyak sekali tantangan yang dihadapi baik oleh guru, siswa dan juga orang tua. Psikolog dan dosen Universitas Gajah Mada Novi Poespita Chandra mengatakan bagi pelajar, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah kesehatan mental yang mereka alami. Menurut Novi, kecemasan yang dihadapi para pelajar itu mempengaruhi pencapaian akademik murid mereka.

“Ternyata berdasarkan riset dari American College Health Association, 23,2 persen pelajar merasakan kecemasan, 15,4 persen lain merasakan depresi, dan 31,8 persen merasakan stres. Itu semua berdampak pada pencapaian akademis,” kata Novi dalam konferensi pers virtual Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021, akhir Agustus 2021.

Riset tersebut juga menunjukkan hampir 91 persen pelajar merasakan stres melebihi sebelum masa pandemi. Maka itu menurutnya, institusi pendidikan perlu membangun dan memperkuat dukungan sosial kepada pelajar. “Yang terpenting adalah senantiasa memperhatikan kondisi well-being pelajar dan tidak fokus pada capaian akademik saja,” lanjut Novi.

Menurut Novi, otak bagian nalar pada manusia yang mendukung proses berpikir dan menyelesaikan masalah, akan optimal ketika individu memiliki well-being baik atau dalam kondisi yang bahagia.

Sebab ketika mengalami gangguan mental atau kesehatan mental turun, seseorang tidak bisa berpikir dan menyelesaikan permasalahan dengan baik. Maka bisa mempengaruhi hal-hal lainnya seperti emosi, stres, depresi, sampai kecemasan.“Jika hal demikian terjadi, proses belajar yang semula diharapkan dapat menaikkan kompetensi akademik pada akhirnya tidak akan berlangsung secara optimal,” ujar Novi.

Novie memiliki beberapa tips agar para kesehatan mental para pelajar bisa tetap terjaga. Harapannya tentu mereka bisa meraih kesuksesan di masa depan. “Pertama, penting sekali untuk mengenali diri sendiri karena dengan hal ini adik-adik bisa menentukan mimpi apa yang ingin dicapai,” katanya.

Hal kedua yang perlu diwaspadai para pelajar adalah dengan membatasi diri dari pikiran negatif. Selanjutnya pelajar pun diminta untuk selalu bersyukur dengan apa yang dimilikinya. “Coba catat setiap hari hal-hal positif apa yang sudah dilalui, seperti pengalaman dan pencapaian, sehingga bisa bersyukur apa yang dimiliki,” kata Novi.

Keempat, Novi menyarankan agar para pelajar bisa menjadi jadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik dari versi diri sendiri. Selanjutnya, ia pun menyarankan agar pelajar bisa percaya dengan kemampuan yang mereka miliki karena setiap manusia selalu dibekali dengan keunikan dan kelebihan.

Novi juga menilai, ketahanan dan kemampuan beradaptasi akan menjadi lebih baik jika punya optimisme tinggi. “Terakhir, kalau misalnya mengalami kegagalan, jangan pernah takut. Karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar,” kata Novi yang juga Co-Founder dari Gerakan Sekolah Menyenangkan itu.

Pada 27 Agustus 2021, Glow & Lovely mengumumkan 60 perempuan muda Indonesia yang menerima ”Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2021” untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri idaman mereka. Selain dukungan berupa beasiswa yang akan diberikan berkala setiap tahun, para Adik Bintang (sebutan untuk para penerima manfaat) akan mendapatkan kelas pendampingan serta fasilitas pendukung perkuliahan berupa seperangkat laptop.

Senior Brand Manager Glow & Lovely Imelda Scherers menjelaskan sudah seharusnya perempuan mendapatkan dukungan akses pendidikan yang lebih tinggi agar mereka menjadi lebih berdaya, serta memaksimalkan peranannya di dalam keluarga dan masyarakat. "Sejalan dengan misi Glow & Lovely untuk mencerahkan kulit wajah dan masa depan perempuan Indonesia, selama lima tahun ini kami terus berkomitmen #CerahkanPendidikanIndonesia sebagai perwujudan dari purpose atau tujuan mulia kami, yaitu dengan memberikan beasiswa kepada perempuan melalui program Glow & Lovely Bintang Beasiswa,” katanya.

Banyak perempuan muda Indonesia masih terhalang untuk mengenyam pendidikan tinggi karena berbagai keterbatasan. Padahal, dengan pendidikan yang memadai, para perempuan bisa lebih siap menghadapi segala tantangan di depannya.

Sejak 2017, Glow & Lovely Bintang Beasiswa yang bekerja sama dengan Hoshizora Foundation terus konsisten dalam memfasilitasi perempuan muda Indonesia yang ingin melangkah maju, seperti dengan memperluas cakupan wilayah pendaftaran. Selain itu, Glow & Lovely kini juga menambahkan dukungannya dengan memberikan perangkat laptop untuk memudahkan Adik Bintang menjalani perkuliahan jarak jauh yang masih berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Executive Director Hoshizora Foundation Yudi Anwar menerangkan di era pandemi ini, Hoshizora Foundation dan Glow & Lovely memperkuat dukungan dengan memastikan Adik Bintang mempunyai support system yang dapat diandalkan dari jaringan Glow & Lovely Bintang Beasiswa. Sepanjang perkuliahan, mereka akan dipantau dan mendapatkan materi pendampingan dan pengembangan kapasitas diri mengenai pembangunan karakter, berpikiran kritis dan berkontribusi di komunitas, perencanaan karir, hingga persiapan berkarir dan berkarya. "Secara khusus kami juga memasukkan materi terkait kesehatan mental, dan membuka kesempatan bagi para Adik Bintang saling berkonsultasi dengan penerima manfaat Glow & Lovely Bintang Beasiswa tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Tahun ini tercatat hampir 16 ribu perempuan muda Indonesia yang mendaftar dari 14 provinsi di Indonesia, termasuk dari tiga provinsi baru di Pulau Sumatera. Untuk memberikan dampak positif yang lebih luas lagi, Glow & Lovely juga telah menghadirkan situs edukasi www.KelasBerbagiCerah.com yang menyediakan beragam kelas gratis untuk mengasah skill para generasi muda Indonesia. Sejak diluncurkan pada 2019, situs ini telah diakses dan menginspirasi 100.000 orang.

Baca: Cek Gejala Gangguan Kesehatan Mental di Internet Bikin Panik, Mengapa?