Rasa Cemburu dalam Cinta dan Pernikahan Wajar, Asal Jangan Berlebihan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Kinanti Munggareni

google-image
Kecemburuan adalah emosi kompleks yang mencakup perasaan mulai dari kecurigaan, kemarahan, hingga ketakutan. (Pexels/cottonbro)

Kecemburuan adalah emosi kompleks yang mencakup perasaan mulai dari kecurigaan, kemarahan, hingga ketakutan. (Pexels/cottonbro)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dalam pernikahan, meski kedua pasangan telah menjalin hubungan romantis dalam jangka waktu yang panjang, rasa cemburu masih bisa saja hilang timbul. Ini adalah hal yang wajar. Namun, perlu diperhatikan jika tingkat kecemburuan sudah berlebihan, pernikahan bisa menemui permasalahan serius. 

Kecemburuan adalah emosi kompleks yang mencakup perasaan mulai dari kecurigaan hingga kemarahan, ketakutan, hingga penghinaan. Ini menyerang orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, dan orientasi seksual, dan paling sering muncul ketika seseorang merasakan ancaman terhadap hubungan yang berharga dari pihak ketiga. Ancaman itu mungkin nyata atau hanya khayalan.

Meskipun kompleks, rasa cemburu adalah emosi yang normal. Faktanya, setiap orang mengalami kecemburuan di beberapa titik dalam hidup mereka. Tetapi masalah bisa muncul ketika kecemburuan berpindah dari emosi yang sehat ke emosi yang tidak sehat dan tidak rasional.

Kecemburuan yang tidak masuk akal dan berlebihan pada akhirnya bisa menghancurkan pernikahan Anda. Berikut sekilas tentang kecemburuan dan langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi emosi tersebut dalam pernikahan Anda.

Baca juga: 8 Tips Pernikahan Pengantin Baru, Pakar Sebut Penting Tetap Jadi Diri Sendiri

Merasa cemburu sesekali itu wajar, tetapi ketika menjadi intens atau tidak rasional, itu bisa sangat merusak hubungan. Mampu membedakan antara kecemburuan yang sehat dan kecemburuan yang tidak sehat penting untuk keberhasilan pernikahan Anda.

Kecemburuan yang wajar

Dalam hubungan perasaan cemburu yang ringan dan sesekali akan mengingatkan pasangan untuk tidak saling meremehkan. Kecemburuan juga dapat memotivasi pasangan untuk saling menghargai dan berusaha secara sadar untuk memastikan pasangannya merasa dihargai.

Kecemburuan juga meningkatkan emosi, membuat cinta terasa lebih kuat dan seks lebih bergairah. Dalam dosis kecil yang bisa diatur, kecemburuan bisa menjadi kekuatan positif dalam sebuah pernikahan.

Ketika hubungan yang sehat mengalami kecemburuan, itu datang dari tempat perlindungan. Seseorang melihat potensi ancaman bagi pernikahan dan mengungkapkan keprihatinan atau kecemburuan. Bersama-sama, pasangan membahas masalah ini secara rasional dan mencapai kesepakatan tentang bagaimana untuk melangkah maju. Mereka berdua berkomitmen pada hubungan dan tidak merasa tidak aman tentang siapa mereka sebagai individu.

Cemburu buta

Ketika kecemburuan kuat atau tidak rasional, ceritanya sangat berbeda. Kecemburuan yang tidak rasional atau berlebihan sering kali merupakan tanda peringatan dari hubungan yang berpotensi melecehkan.

Akhirnya, orang yang cemburu merasa sangat terbebani oleh emosi dan rasa tidak aman mereka sehingga mereka akan mulai mengendalikan pasangannya. Mereka bahkan mungkin menggunakan pelecehan finansial, penindasan verbal, dan kekerasan untuk mempertahankan kendali dan meringankan atau menutupi perasaan mereka.

Baca juga: 7 Tanda Pernikahan Berubah Jadi Toxic Relationship

Kecemburuan yang tidak sehat lebih berakar pada ketakutan ditinggalkan dan kekhawatiran tidak benar-benar dicintai. Kecemburuan yang tidak sehat ditandai dengan:

  • Menjadi paranoid tentang segala yang dilakukan atau dirasakan pasangannya
  • Selalu mencari tahu keberadaan pasangan
  • Menunjukkan rasa tidak aman dan takut yang tidak biasa
  • Membuat tuduhan yang tidak benar
  • Mempertanyakan perilaku dan motif pasangan secara berlebihan
  • Mengikuti atau menguntit pasangan untuk memastikan keberadaannya
  • Melanggar kebebasan pasangan atau melarang mereka bertemu teman atau keluarga
  • Membaca email dan teks atau mendengarkan pesan suara berharap menemukan perselingkuhan atau kebohongan
  • Mengirim SMS ke pasangan tanpa henti saat pasangan berpisah

Tidak jarang pasangan salah mengartikan kecemburuan sebagai cinta, terutama jika kecemburuan itu umumnya sehat dan jarang terjadi. Tapi menunjukkan kecemburuan yang tidak normal sama sekali bukan cinta. Kecemburuan yang tidak normal akan mendatangkan malapetaka pada suatu hubungan karena orang yang cemburu menjadi semakin takut, marah, dan mengontrol secara berlebihan.

Baca juga: Beda Usia 17 Tahun, Begini Cara Natasha Rizky Langgeng dengan Desta

VERY WELL MIND

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."