Berkaca dari Masalah Kulit Ibunya, Cinta Laura Rutin Pakai Tabir Surya

Cinta Laura/Instagram/@claurakiehl

kecantikan

Berkaca dari Masalah Kulit Ibunya, Cinta Laura Rutin Pakai Tabir Surya

Jumat, 16 April 2021 09:09 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris dan penyanyi Cinta Laura mengungkapkan pentingnya merawat kulit sejak dini. Salah satu caranya rutin memakai tabir surya guna mencegah masalah kulit seperti bintik hitam.

"Mau kalian umur 20 tahun atau 30-an apalagi kita sebagai wanita Asia penting jaga kulit, efeknya 20 30 tahun ke depan," kata Cinta Laura yang menjadi juru bicara merek L'Oréal Paris UV Defender, dalam konferensi pers daring, Kamis 15 April 2021.

Ia berpendapat seperti itu berkaca dari pengalaman ibunya, Herdinal Kiel. Sang ibu mengalami masalah kulit karena tak memakai tabir surya sejak usia remaja. Masalah kulit lainnya seperti bintik hitam juga dialami kaum ibu berusia lebih dewasa.

"Kita sering melihat ibu-ibu berusia lebih dewasa punya dark spot. Mama aku usia 20-tahunan enggak rajin pakai sunblock, ada side effect. Oke sekarang kalian masih punya sel-sel yang meregenerasi sendiri dengan baik, tapi kita enggak tahu setelahnya," lanjut perempuan 27 tahun ini.

Cinta mengaku bahwa ia termasuk yang rutin mengoleskan tabir surya terutama sebelum berkegiatan. Misalnya ketika berada di Sumba, Nusa Tenggara Timur NTT untuk melakukan syuting di luar ruang beberapa waktu lalu, dia rajin mengoleskan tabur surya sehingga warna kulitnya tidak berubah dan tidak terbakar matahari.

"Aku di Sumba, walau banyak kegiatan yang aku lakukan di sana yang mengharuskan aku berada di luar, Aku enggak kena sunburn. (Kulit) enggak berubah warna," peraih aktris terbaik di Latino Awards 2019.

Baca juga: Cinta Laura Ingin Lebih Pintar dari Orang Tua, Kejar Pendidikan

Tak hanya menyuarakan pentingnya merawat kulit sejak dini, Cinta Laura juga mengajak untuk mencintai diri, percaya diri, dan menyadari bahwa setiap individu berharga.

Menurut Cinta Laura, sering kali banyak orang membandingkan dengan orang lain, sehingga berujung pada mempertanyakan nilai diri dan kesuksesannya. Padahal, penilaian atas diri sendiri ada pada diri, bukannya orang lain.