Didiet Maulana Ungkap 8 Langkah Penting Bikin Baju Pengantin

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Didiet Maulana, perancang busana. Instagram/@didietmaulana

Didiet Maulana, perancang busana. Instagram/@didietmaulana

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Perancang busana Didiet Maulana sudah banyak membuat busana sejak 10 tahun lalu. Dengan ciri khas desain memasukkan unsur budaya Indonesia, Didiet mencipta ragam kebaya, baju kurung, gaun, busana siap pakai, baju seragam hingga baju untuk robot. 

Bicara soal membuat baju pengantin, Didiet mengungkapkan itu momen terpenting bagi calon pengantin. "Untuk desainer ini mungkin kerjaan setiap hari, namun untuk pengantin ini moment terbesar dalam hidup mereka," tulisnya di keterangan Instagram, Senin, 12 April 2021.

"Terima kasih untuk para pengantin yang telah memberikan kepercayaannya untuk kami bisa mewujudkan salah satu bagian terpenting di hari pernikahannya," lanjutnya.

Ia lalu membagikan delapan langkah penting untuk membuat baju pengantin. Langkah awal dan terpenting, menurutnya, mengenali klien. Caranya bisa lewat telepon, aplikasi video atau tatap muka. "Catat apa saja yang menjadi impiannya yang ingin diwujudkan di hari pernikahannya," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Didiet Maulana Merancang Kebaya dan Gaun Robot Sophia

Setelah itu, ia mengemukakan ide untuk dijadikan masukan kepa klien. Tak lupa, ia memberikan beberapa sketsa untuk memulai dialog desain.

"Lakukan perubahan sesuai apa yang jadi kenyamanan client. Jalankan proses pembuatan baju sebaik-baiknya dan lakukan beberapa proses fitting agar betul-betul pas," tuturnya. 

Hal terakhir yang tak boleh dilupakan adalah melakukannya dengan senang hati. "Lakukan semua proses dengan happy, energimu akan terasa dalan karya," saran Didiet Maulana.

Baca juga: Desain Baju Kurung Loemongga Haoemasan, Didiet Maulana Nostalgia

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."