Survei Sebut Posisi Tidur Fetal Jadi Pilihan Banyak Orang di Masa Pandemi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Kinanti Munggareni

google-image
Tidur dalam posisi fetal bisa jadi pertanda bahwa Anda menginginkan kenyamanan dan perlindungan. (Foto: Canva)

Tidur dalam posisi fetal bisa jadi pertanda bahwa Anda menginginkan kenyamanan dan perlindungan. (Foto: Canva)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta -Posisi tidur fetal atau posisi janin adalah ketika kita tidur dengan posisi menyamping dengan menekuk kaki dan tangan persis seperti posisi bayi dalam kandungan. Posisi ini adalah yang paling populer dipilih banyak orang.

Posisi janin memiliki banyak manfaat. Tidak hanya bagus untuk nyeri punggung bawah atau kehamilan, tidur dalam posisi janin dapat membantu mengurangi dengkuran.

Meski demikian, tidur dalam posisi janin memiliki beberapa kelemahan. Pastikan postur Anda relatif longgar, jika tidak, posisi nyaman Anda dapat membatasi pernapasan dalam saat Anda tidur. Selain itu, jika Anda memiliki masalah dengan nyeri sendi atau kekakuan, tidur dengan posisi janin yang ketat dapat membuat Anda sakit di pagi hari.

Sebuah survei tidur terhadap 1.000 orang yang ditugaskan oleh Casper, menemukan fakta menarik soal posisi tidur ini terkait pandemi yang tengah berlangsung.

Sejak Maret 2020, 69 persen melaporkan posisi janin sebagai posisi tidur favorit mereka, naik dari perkiraan 40 persen dari waktu pra-pandemi.

Menurut terapis dan pendiri Manhattan Wellness Jennifer Teplin, LCSW, cara kita tidur dapat menunjukkan banyak hal tentang jiwa kita.

"Saya percaya bahwa semuanya terhubung dan, sebagai manusia, cara kita melakukan satu hal adalah cara kita melakukan banyak hal," katanya. "Masuk akal bahwa posisi kita tidur dapat dikorelasikan dengan perasaan kita secara emosional."

Tidur meringkuk adalah kodrat manusia di masa-masa sulit. Sederhananya, tidur dalam posisi janin bisa menjadi tanda lahiriah dari keinginan untuk melindungi diri sendiri.

"Sama halnya dengan bahasa tubuh secara umum, ketika kita merasa nyaman, tubuh kita 'terbuka'. Ini berarti Anda mungkin tidur dengan tubuh terbentang, "katanya. "Saat kita merasa tertutup atau sedih, tubuh kita mungkin meniru perasaan ini dengan tidur dalam posisi janin, atau dengan tangan di kepalan atau dalam bola yang kencang."

Teplin menambahkan bahwa posisi janin nyaman bagi banyak orang dan itu adalah tanda lahiriah (baik secara sadar atau tidak) yang mengkomunikasikan hal itu: membutuhkan kenyamanan. “Disadari atau tidak, tidur dalam posisi janin adalah salah satu pilihan paling sehat karena secara fisik melindungi otak dan organ vital,” katanya.

Jadi, jika Anda tidur dalam posisi janin, itu mungkin pertanda bahwa Anda menginginkan kenyamanan dan perlindungan — dan di tengah masa-masa ini ketika banyak orang menghadapi bencana yang semakin parah, tidak heran posisi tidur telah menjadi standar bagi banyak orang.

Baca juga: Sering Mengantuk? Kebiasaan Tidur yang Buruk Bisa Jadi Penyebab

WELL AND GOOD | HEALTHLINE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."