Apa Itu Self Love dan Bagaimana Cara Membedakannya dengan Selfish

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita. Freepik.com/Cookie_studio

Ilustrasi wanita. Freepik.com/Cookie_studio

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Masih bingung membedakan Self Love dengan selfish? Apakah saat aku bicara yang berbeda dengan pilihan kebanyakan itu termasuk selfish atau egois? Apakah self love itu hanya mencintai segala kelebihan yang aku punya? Jika pertanyaan-pertanyaan itu kerap datang di pikiran kamu, saatnya memahami betul makna self love atau mencintai diri sendiri.

Menurut Siti Banu Intan, Co Founder Rumah Remedi Indonesia dan psikoterapis, self love itu selalu dimulai dengan mengenali diri sendiri seutuhnya.

"Semua bagian dari diriku, mau yang sifatnya positif maupun negatif. Apa adanya kita benar-benar dikenali," jelas perempuan yang akrab disapa Intan saat Instagram Live Cerita Cantika episode 21, Jumat, 12 Februari 2021.

Intan menjelaskan sangat penting mengenal diri sendiri karena itu akan memandu kehidupan dan keseharian kamu. Ia tak memungkiri saat ia memulai perjalanan self love sekitar 12 tahun lalu dibutuhkan proses, keberanian, dan mau mencoba. 

"Butuh proses dan keberanian ke diri sendiri dulu bahwa saya niat untuk lebih bisa menyayangi dan menerima diriku sepenuhnya. Istilahnya kita keluar dari jalur biasanya," kata Intan.

Mengingat sebagian besar orang-orang dibesarkan dengan standar pembenaran seperti A, B, C, dan seterusnya. Selain itu, dibesarkan pula dengan banyak pesan mencintai orang lain dibandingkan mencintai diri sendiri.

"Karena rata-rata manusia itu diberi pesan sejak kecil mencintai orang lain, berbaktilah kepada orang lain, dahulukan kepentingan orang lain. Jarang sekali aku dengar, bukan enggak ada ya, dirimu dulu, cintai dirimu, pikirkan dirimu dulu, apa yang kamu inginkan," sambungnya.

Lantas, seperti apa bedanya self love dan selfish? Bisa dilihat dari intonasi dan nada suara, bahasa tubuh, hingga rasa yang dipancarkan kepada orang-orang di sekitarnya.

"Kalau kita melakukan self love rasanya cukup lembut. Apabila seseorang melakukan hal yang selfish, dari rasanya, suaranya, nadanya pun lebih keras," tutur Intan.

Saat seseorang sedang selfish juga terasa ada penekanan kepada sekitarnya. 

"Pada saat kita melakukan sesuatu yang selfish ada sedikit pemaksaan. Orang di sekitarnya merasa 'kok jadi gak enak ya'. Sedangkan saat seseorang melakukan self love akan memancarkan energi dan vibrasi yang lebih positif, yang sifatnya lebih cinta kasih," ucap konselor psikoterapis dan meditasi fasilitator sejak delapan tahun silam.

Ketika kamu sudah benar-benar mengenali diri sendiri, apa yang dibutuhkan dan diinginkan, maka perlahan-lahan pula untuk berani menyuarakannya. Contohnya, saat tubuh benar-benar membutuhkan istirahat, bukan sekadar alasan untuk bermalas-malasan, ya.

"Mohon maaf saya saat ini butuh istirahat, tapi saya tahu segala kewajiban yang harus saya penuhi. Boleh, ya, nanti saya mengambil waktu jam segini, jam segini, break dulu," Intan memberikan contoh.

Jika kamu melakukan self love, lalu muncul konflik dari dalam diri saat mendengar komentar orang lain, maka berbincanglah dengan diri sendiri dalam keheningan dan atur napas kamu.

"Kamu cukup bertanya k diri kamu, semua petunjuk dan jawaban ada dalam diri kamu. 'Apakah ini sesuatu yang benar untuk diriku'. 'Apakah yang sebenarnya terbaik untuk aku di kondisi ini'. Diri kita yang sebenarnya tahu apa yang terbaik untuk kita, bukan orang lain," imbuhnya.

Intan juga mengingatkan bahwa mengenal diri sendiri, termasuk menerima hal-hal yang negatif dari dalam diri sendiri. Ia menyarankan agar kamu tak menghakimi diri sendiri, kamu tinggal bernegosiasi apakah ingin mengendalikan sifat itu atau berdamai dan menerimanya sebagai bagian diri.

Baca juga:

Cek Bagaimana Self Love Bisa Memuluskan Urusan Cari Jodoh

"Mengenali dulu diri kita, lalu kita punya kesempatan untuk memilih aku punya sifat A, mo aku simpan atau lepaskan, itu kembali ke Anda. Enggak boleh self talk yang sifatnya negatif," ingatnya.

Selain komentar orang lain, enggak enakan juga salah satu tantangan beberapa orang memulai self love. Intan mengatakan bedah terlebih dahulu sumber enggak enakan.

"Gak enakan itu emosi datangnya dari mana. Apakah karena takut, bingung, tidak mau bikin orang lain sedih. Gak enak itu kan emosi. nah, kita perlu mendefinisikan emosi itu karena apa," paparnya.

Saat kamu sudah mendefinisikan emosi itu, bangunlah pemikiran bahwa saat kita mencintai diri sendiri juga bisa berdampak pada orang-orang sekitar itu. Saat kamu merasa bahagia, maka pekerjaan, tugas, ataupun hubungan juga jadi lebih menyenangkan. 

Oleh sebab itu, Intan mengungkapkan pentingnya meditasi dalam proses self love. Sebab aktivitas olah napas itu efektif saat mengobrol atau bernegosiasi dengan diri sendiri.

"Meditasi itu membantu menenangkan pikiran, seperti kekhawatiran, kebingungan, ketakutan, kesedihan, merasa tak punya harapan, membantu menata diri, mengenali diri sendiri," katanya.

Ingatlah, selalu bangun positif self talk atau bicara hal-hal positif ke pada diri sendiri, hindari negatif self talk seperti 'enggak boleh ini, enggak boleh itu'. Positif self talk itu juga jadi bagian dari self love.

Jadi, butuh proses, keberanian, mau mencoba, bicara, dan memilih saat self love. Selamat memulai perjalanan self love kamu, teman Cantika.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."