5 Penyebab Tumbuh Uban, Ada Pengaruh Gen, Hormon, dan Bahan Kimia

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita beruban. rapidhomeremedies.com

Ilustrasi wanita beruban. rapidhomeremedies.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Apa saja penyebab tumbuh uban? Jawaban teratas yang kerap dilontarkan adalah karena pertambahan usia. Faktanya, uban muncul tak selalu karena usia. Sebab uban bisa menghiasi rambut beberapa remaja. Ada beragam faktor internal dan eksternal yang menyebabkan tumbuh uban.

Uban muncul akibat hilangnya pigmen rambut. Ketika pigmen berkurang signifikan, rambut berubah menjadi abu-abu. Ketika tidak ada pigmen, warnanya menjadi putih.

Berikut lima penyebab tumbuh uban di rambut

1. Gen

Gen adalah faktor dominan yang menentukan hilangnya pigmen pada usia tertentu. Bagi sebagian orang, hal itu bisa terjadi sebelum usia 20 tahun. Bagi yang lain, uban muncul di usia lebih tua.

2. Ketidakseimbangan hormon

Hormon berperan besar dalam pigmentasi rambut. Karenanya, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan rambut lebih cepat memutih.

3. Kekurangan melanin

Penelitian membuktikan bahwa sebagian besar penyebab pemutihan rambut adalah kekurangan melanin. Melanin diproduksi ketika tubuh mendapatkan protein dan nutrisi dalam jumlah yang cukup. Tapi ketika kekurangan nutrisi maka produksi melanin turun yang kemudian menyebabkan rambut berubah warna jadi abu-abu atau putih.

Baca juga: 10 Pewarna Alami untuk Samarkan Uban, Ada Kopi dan Minyak Kelapa

4. Bahan kimia

Sebagian bahan kimia yang digunakan dalam sampo, sabun, pewarna rambut, dan produk perawatan rambut lainnya dapat jadi penyebab tumbuh uban. Selain itu, uban juga bisa muncul akibat reaksi alergi beberapa bahan itu.

5. Stres dan gaya hidup tak sehat

Asupan alkohol dan junk food yang berlebihan, serta stres akibat jadwal yang padat bisa menjadi penyebab tumbuh uban secara dini.

MILA NOVITA | PINK VILLA 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."