Brussel Sprout Kaya Vitamin C dan K, Menyehatkan Tulang dan Perkuat Imun

Brussel sprout atau kol mini. Freepik.com/Racool Studio

kesehatan

Brussel Sprout Kaya Vitamin C dan K, Menyehatkan Tulang dan Perkuat Imun

Jumat, 7 Agustus 2020 05:06 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Mari kita mengenal lebih dekat kandungan gizi dan manfaat brussel sprout. Kubis brussel atau kol mini itu adalah sayuran yang masuk ke dalam family Brassicaceae atau Cruciferae. Sayuran mini kehijauan itu juga masih berkerabat dekat dengan beberapa jenis sayuran cruciferous seperti bunga kol, brokoli, kubis, dan kale.

Bagaimana dengan kandungan gizinya? Dalam setiap 78 gram brussel sprout mengandung 28 kalori; 2 gram protein; 6 gram karbohidrat; 2 gram serat; 137 persen vitamin K; 81 persen vitamin C, dan nutrisi lainnya seperti kalium, zat besi, magnesium, fosfor, vitamin B6, dan vitamin B1. Dengan beragam kandungan gizi tersebut, brussel sprout mampu menyehatkan pencernaan,  tulang, jantung hingga perkuat imunitas.

Berikut sejumlah manfaat brussel sprout untuk kesehatan tubuh

1. Tinggi dengan vitamin K

Di dalam setiap 78 gram brussel sprout bisa mencukupi kebutuhan harian dasar tubuh terhadap vitamin K, yakni hingga 137 persen. Vitamin K berperan penting untuk kinerja tubuh, seperti berperan dalam pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan. Mencukupkan kebutuhan vitamin K juga berpotensi untuk menjaga kesehatan tulang, termasuk mencegah terjadinya osteoporosis.

2. Kaya akan vitamin C

Vitamin lain yang tinggi kandungannya dalam brussel sprout adalah vitamin C. Selain memulihkan dan memelihara jaringan tubuh, vitamin C bermanfaat menangkal radikal bebas, merangsang produksi kolagen, menguatkan sistem imun, dan mengoptimalkan penyerapan zat besi.

3. Mencegah kerusakan sel

Bruseel sprout juga kaya akan antioksidan yang berperan mengendalikan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. Jika tak terkendali, stres oksidatif dapat merusak sel dan memicu beragam penyakit kronis. Salah satu zat antioksidan dalam brussel sprout adalah kaempferol yang berpotensi untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, meredakan peradangan, dan menyehatkan jantung.

4. Berpotensi untuk hambat kanker

Zat antioksidan yang terkandung dalam kubis brussel berpotensi untuk turunkan risiko kanker tertentu. Dalam sebuah studi yang dimuat dalam Molecular Nutrition and Food Research, disebutkan bahwa sayuran ini dapat melawan karsinogen penyebab kanker dan mencegah kerusakan oksidatif pada sel.

Kandungan dalam kubis brussel juga berpotensi untuk meningkatkan enzim detoksifikasi, sehingga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Studi lanjutan diperlukan untuk menguatkan temuan ini.

5. Menyehatkan sistem pencernaan

Brussel sprout termasuk sayuran berserat tinggi. Untuk setiap 78 gram sayuran ini, asupan serat harian akan terpenuhi hingga 8 persen. Seperti diketahui, serat membantu mengatasi sembelit atau konstipasi. Nutrisi tumbuhan ini juga menyehatkan sistem pencernaan karena merangsang pertumbuhan bakteri di usus.

6. Mengendalikan gula darah

Sayuran berukuran mini ini juga bisa mengontrol gula darah sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes. Khasiat brussel sprout ini diyakini ditopang oleh kandungan seratnya yang membantu memperlambat penyerapan gula ke aliran darah. Kandungan asam alfa-lipoat dalam kol mini ini juga dilaporkan meningkatkan efisiensi aktivitas insulin untuk menurunkan gula darah.

7. Berpotensi untuk kurangi peradangan 

Brussel sprout dilaporkan memiliki sifat anti peradangan. Sebuah riset yang dipublikasikan pada 2014 menyebutkan, sayur-sayuran cruciferous dapat menurunkan penanda peradangan di dalam darah. Tinginya kandungan antioksidan di dalam kubis brussel membantu mengendalikan radikal bebas, salah satu biang peradangan di tubuh.

Peradangan atau inflamasi merupakan respons sistem imun yang normal. Hanya saja, apabila respons tersebut cenderung kronis dan tak terkendali, peradangan dapat memicu penyakit kronis termasuk kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

SEHATQ