8 Sayuran Penambah Darah untuk Penderita Anemia, Ada Wortel, Bayam, dan Kentang

Ilustrasi wortel. Shutterstock

kesehatan

8 Sayuran Penambah Darah untuk Penderita Anemia, Ada Wortel, Bayam, dan Kentang

Rabu, 5 Agustus 2020 05:00 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Anemia adalah penyakit yang terjadi saat jumlah sel darah merah di dalam tubuh menurun. Gejalanya antara lain sering merasa lelah, sesak napas, atau nyeri di dada. Berdasarkan sebuah jurnal di The Lancer, anemia dianggap sebagai penyakit umum yang dirasakan oleh sepertiga populasi dunia.

Untuk atasinya, ada sejumlah sayuran yang mampu mencegah atau mengatasi anemia (kurang darah). Selain zat besi, sayuran penambah darah tersebut juga mengandung banyak nutrisi yang bisa membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Berikut ini beberapa sayuran yang dikenal sebagai penambah darah

1. Wortel

Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin A agar kadar sel darah merah terjaga. Salah satu sayuran penambah darah yang mengandung vitamin A adalah wortel. Setengah cangkir wortel saja sudah mengandung 459 mikrogram vitamin A atau setara dengan 184 persen kebutuhan harian Anda.

2. Bayam

Bayam adalah sayuran penambah darah yang sudah tak asing lagi di lidah orang Indonesia. Siapa sangka, dalam 100 gram bayam terdapat 2,7 miligram zat besi. Jika Anda rajin mengonsumsinya, produksi sel darah merah di dalam tubuh akan terjaga.

Ditambah lagi, bayam juga dilengkapi dengan vitamin C, yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik. 100 gram juga bayam mengandung 1,1 lebih banyak zat besi dibandingkan daging merah. 

3. Kale

Walaupun tidak mengandung zat besi sebanyak bayam, kale tidak boleh diremehkan. Dalam 100 gram kale yang direbus, terdapat 1 miligram zat besi yang bisa membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah sehingga anemia dapat dicegah. Selain itu, sayuran penambah darah ini juga mengandung vitamin A, yang juga membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

4. Collard

Masih dari keluarga sayuran hijau, kali ini ada collard yang masuk dalam golongan sayuran penambah darah. Dalam satu cangkir collard rebus, terdapat 2,2 miligram zat besi di dalamnya. Tidak hanya itu, collard juga mengandung vitamin C sebanyak 34,6 miligram, yang ampuh membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik. 

Ilustrasi kentang. TheGardenofEaden.com

5. Kentang

Sayuran penambah darah selanjutnya sering kali dijadikan sebagai pengganti nasi karena mengandung karbohidrat cukup tinggi. Ya, kentang, sayuran berwarna coklat yang suka dijadikan perkedel ini mengandung 3,2 miligram zat besi di setiap 295 gram-nya. Tidak hanya itu, sayuran penambah darah ini juga bisa memenuhi 46 persen kebutuhan harian vitamin C Anda sehingga tubuh mampu menyerap zat besi lebih baik.

6. Paprika merah

Paprika merah adalah sayuran penambah darah yang mengandung vitamin A. Sebenarnya, vitamin A yang dikandung oleh paprika merah masih berbentuk beta karoten. Namun saat masuk ke dalam tubuh, beta karoten akan diubah menjadi vitamin A.

7. Jamur

Beberapa jenis jamur mengandung zat besi, contohnya jamur putih yang mengandung 2,7 miligram zat besi dalam setiap satu cangkirnya. Selain itu, jamur tiram bahkan mengandung dua kali lebih banyak zat besi dibandingkan jamur putih.

8. Ubi jalar

Tembaga adalah zat nutrisi yang dapat membantu sel darah merah mendapatkan akses ke zat besi. Kandungan tembaga inilah yang menjadi alasan mengapa ubi jalar dipercaya sebagai sayuran penambah darah. Dalam 100 gram ubi jalar, terdapat 0,3 miligram tembaga. Ditambah lagi, sayuran ini juga mengandung zat besi sebanyak 2,1 miligram.

Selagi mengonsumsi berbagai sayuran penambah darah di atas, ada baiknya Anda juga menjalani pola hidup sehat. Misalnya bagi Anda yang suka mengonsumsi minuman beralkohol, sebaiknya mulai sekarang mengurangi atau menghindarinya. Sebab, alkohol dapat menurunkan kadar sel darah merah di dalam tubuh sehingga rentan terjangkit anemia.

Berolahraga secara teratur juga dapat meningkatkan sel darah merah dalam tubuh. Sebab, saat berolahraga, tubuh akan membutuhkan lebih banyak oksigen. Kebutuhan tubuh akan oksigen inilah yang memacu tubuh memproduksi sel darah merah lebih banyak.

SEHATQ