Selain Redakan Gejala Haid, Simak 8 Manfaat Bersepeda bagi Wanita

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita naik sepeda. Freepik.com

Ilustrasi wanita naik sepeda. Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tren bersepeda meningkat dalam beberapa minggu terakhir di masa pandemi. Alasannya beragam untuk jaga kebugaran tubuh, tak ingin berdesakan di angkutan umum, ataupun sekadar melepas penat. Banyak pula di antara sepeda pemula itu kaum Hawa.

Selain alasan di atas, sebenarnya olahraga bersepeda punya ragam manfaat untuk kesehatan fisik dan mental wanita. Contohnya redakan gejala menstruasi, jaga berat badan hingga meningkatkan percaya diri. 

Untuk lebih detailnya, berikut beberapa manfaat bersepeda bagi wanita dikutip dari laman Sehatq

1. Meredakan gejala menstruasi hingga menopause

Rutin berolahraga termasuk bersepeda baik untuk meredakan berbagai gejala yang spesifik dialami wanita, seperti gejala menstruasi dan menopause. Jika Anda melakukannya secara rutin, maka rasa tidak nyaman yang kerap mampir saat kedua fase tersebut tiba, bisa berkurang.

2. Menjaga berat badan

Bersepeda secara rutin, terutama dengan instensitas tinggi, dapat membantu menurunkan kadar lemak di tubuh. Dengan begitu, berat badan Anda pun bisa terjaga di level yang ideal.

Olahraga ini juga akan meningkatkan metabolisme dan membentuk otot, sehingga tubuh bisa lebih efektif membakar kalori, bahkan saat sedang beristirahat.

3. Memperbaiki keseimbangan dan postur tubuh

Saat bersepeda, secara otomatis Anda akan mencoba untuk menstabilkan posisi tubuh dan menjaga sepeda agar tetap lurus. Hal ini akan membantu meningkatkan keseimbangan dan memperbaiki postur tubuh.

Seiring bertambahnya usia, keseimbangan pun akan semakin berkurang, sehingga bersepeda bisa jadi salah satu cara untuk mempertahankannya. Dengan memiliki tubuh yang seimbang, maka risiko Anda jatuh dan mengalami cedera saat melakukan kegiatan sehari-hari pun akan berkurang.

Baca juga: Panduan Sebelum Bersepeda: Hemat, Sehat, Aman dari Covid-19 

4. Menambah kekuatan kaki

Bersepeda bisa menambah kekuatan tubuh bagian bawah, tanpa membuat otot bekerja terlalu keras. Dengan rutin bersepeda, maka kekuatan betis, paha, dan bagian-bagian kaki lainnya akan bertambah.

5. Melatih kekuatan badan

Melakukan olahraga ini juga dapat melatih kekuatan otot badan, termasuk otot perut dan punggung. Bersepeda dengan posisi yang benar, sudah otomatis melatih kekuatan kedua otot tersebut.

6. Mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes

Jika dilakukan secara rutin, bersepeda bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung, stroke dan diabetes. Sebab, olahraga ini dapat menurunkan potensi berbagai kondisi yang bisa menjadi risiko penyakit tersebut, seperti obesitas, misalnya. 

7. Baik untuk pengidap kanker

Bagi orang yang sedang dalam masa penyembuhan kanker, bersepeda sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Selain itu, bersepeda juga dapat mengurangi risiko terbentuknya kanker payudara. Sementara itu bagi wanita yang sudah terkena kanker payudara, tetap aktif berolahraga, termasuk dengan bersepeda bisa membantu mengurangi efek samping pengobatan seperti lemas. Olahraga ini juga akan meningkatkan kualitas hidup.

8. Baik untuk kesehatan mental

Bersepeda dapat membantu meredakan stres, depresi, dan gangguan kecemasan. Dengan berkonsentrasi memperhatikan jalan saat bersepeda, maka pikiran Anda akan ikut fokus dan menikmati momen yang saat ini sedang dilewati.

Hal ini bisa menyingkirkan pikiran-pikiran negatif yang sering mampir di kepala orang-orang dengan kondisi mental tersebut. Selain itu, berolahraga juga akan memicu keluarnya endorfin yang merupakan hormon kebahagiaan yang dapat menurunkan stres.

9. Meningkatkan rasa percaya diri

Melakukan tantangan baru atau hobi baru, bisa meningkatkan rasa percaya diri seseorang, termasuk dengan bersepeda. Aktivitas ini juga akan membuat tubuh semakin sehat dan segar, serta membantu mempertahankan berat badan ideal, sehingga rasa percaya diri pun dapat terus bangkit.

Tips aman bersepeda

Langkah pertama tetap menjaga jarak antar pesepeda yaitu minimal 20 meter. Anda juga wajib menggunakan masker saat bersepeda di area ramai, dengan tetap memperhatikan kemampuan fisik dan kapasitas paru-paru. Jika dirasa sudah cukup lelah, beristirahatlah tanpa melepas masker.

Agar aman, kenakanlah helm khusus sepeda saat Anda melakukan olahraga ini. Selain itu, menggunakan pakaian dan sepatu yang tertutup juga dapat melindungi tubuh apabila sewaktu-waktu Anda jatuh saat bersepeda.

Saat bersepeda Anda tetap harus menaati rambu-rambu lalu lintas yang ada. Jika lampu merah, ikutlah berhenti. Lalu saat ingin belok, gunakan lambaian tangan untuk memberitahu orang yang sedang berkendara di belakang. 

Bila memungkinkan, janganlah bersepeda di jam-jam sibuk, saat banyak kendaraan sedang berada di jalanan. Sebaiknya, pilih waktu saat jalanan sepi, tapi tetap masih terang dan aman.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."