Ini Alasan Dokter Anjurkan USG Kehamilan Sejak Trimester Pertama

Ilustrasi pemeriksaan kandungan dengan USG (Ultrasonografi). marrybaby.vn

kesehatan

Ini Alasan Dokter Anjurkan USG Kehamilan Sejak Trimester Pertama

Kamis, 4 Juni 2020 16:00 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Ibu hamil disarankan melakukan ultrasonography atau USG secara berkala sesuai usia kehamilan. Tujuan USG ini tak hanya untuk melihat jenis kelamin bayi dalam kandungan, tapi juga mengecek kesehatan dan perkembangan bayi dari minggu ke minggu. Lalu sebaiknya sejak kapan melakukan USG kehamilan? Pertanyaan itu kerap muncul di pikiran wanita yang baru pertama mengandung.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RS Pondok Indah - Pondok Indah, Muhammad Fadli bisa dilakukan di trimester pertama, tak melulu di trimester ketiga. "USG dilakukan di trimester satu untuk menentukan lokasi kehamilan, berapa banyak kehamilan dan usia kehamilan. USG tidak hanya di trimester ketiga, untuk melihat wajah dan jenis kelamin janin," katanya dalam live webinar "Keluhan pada Masa Kehamilan dan Penanganannya" pada Kamis, 4 Juni 2020.

Pemeriksaan USG di trimester pertama kehamilan juga bisa membantu mendeteksi masalah selama kehamilan termasuk nyeri atau keluhan yang tak normal seperti pendarahan tak wajar, pusing hebat, keram dan lainnya.

Fadli mengungkapkan sebenarnya keluhan para wanita hamil bisa berbeda-beda mulai dari pegal-pegal, nyeri di area vagina, sakit pinggang, ingin sering buang air kecil, sakit gigi dan masih banyak lainnya.

Hanya saja mereka perlu mana yang wajar dan tidak. Di sinilah pentingnya pemeriksaan USG, di samping konsultasi ke dokter.

"Pendarahan kalau volume banyak, (berlangsung) lama dipastikan dengan USG, jangan-jangan hamil anggur atau pendarahan disertai butiran seperti anggur, bisa juga karena keputihan, mungkin terbentuk janin hormon turun lalu terjadi pendarahan. Penting USG di trimester satu," tutur Fadli.

Selama hamil, para wanita disarankan tetap menerapkan gaya hidup sehat antara lain pola konsumsi bergizi seimbang dan berolahraga rutin. Untuk jenis olahraga yang dipilih sebaiknya berenang atau yang cenderung tidak berisiko membuat terbentur atau jatuh.

Jangan lupa lakukan peregangan sebelum berolahraga untuk mencegah risiko terjadinya cedera.