Pertimbangan Prilly Latuconsina Belum Siap ke Mal saat New Normal

Duta Cegah Kanker Serviks, Prilly Latuconsina di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat 8 Maret 2019. TEMPO | Astari P Sarosa

ragam

Pertimbangan Prilly Latuconsina Belum Siap ke Mal saat New Normal

Senin, 1 Juni 2020 11:30 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Prilly Latuconsina mengaku belum minat pergi ke mal di masa tatanan baru menghadapi Covid-19 atau New Normal. Alasannya seperti yang dikhawatirkan masyarakat lainnya yaitu khawatir berpergian ke tempat ramai seperti pusat perbelanjaan karena berisiko penularan Covid-19.

"Aku enggak akan mengikuti antusias ke mal sih. Kalaupun diajak ke mall, lihat suasana dulu. Kalau mal rame kayak di pasar enggak deh. Kalau mal-nya berjarak, orangnya biasa aja dan enggak gimana baru oke," kata Prilly Latuconsina di Jakarta kepada Antara pada Jumat, 29 Mei 2020.

Prilly juga mengatakan bahwa dirinya perlu beradaptasi dengan kebijakan normal baru karena angka penularan Covid-19 di Indonesia belum menurun.

"Aku masih transisi dan belum berani. Restoran aja belum berani buka, aku dan partner sama-sama waspada," tutur aktris 23 tahun itu.

Prilly juga masih membatasi diri untuk beraktivitas di luar rumah. Ia langsung pulang ke rumah jika ada pekerjaan yang mengharuskannya ke luar rumah.

"Ini sehabis kerja, langsung pulang. Jadi belum mengikuti orang yang sudah bisa keluar," ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto memastikan operasional mal akan kembali dibuka pada bulan Juni. Kementerian Perdagangan telah menyiapkan standar operasional (SOP) yang harus diterapkan di dalam mal.

Sementara itu, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta mengatakan siap melaksanakan serangkaian protokol kesehatan jika pusat perbelanjaan kembali dioperasikan.

Salah satu protokol kesehatan yang akan dilakukan adalah pengecekan suhu tubuh di setiap pintu masuk, penyediaan hand sanitizer di sejumlah tempat, dan akan ada tanda pengaturan jarak bagi konsumen. Selain itu, tempat duduk di area tempat makan dan kafe juga akan diatur.