Miss V Bengkak Bisa Dipicu Celana Dalam Ketat dan Alergi Sabun

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi Miss V

Ilustrasi Miss V

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Miss V atau vagina bengkak salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami wanita. Banyak perempuan berpikir masalah kewanitaan itu muncul akibat infeksi jamur. Tapi nyatanya, beragam penyebab Miss V bengkak mulai dari alergi, kehamilan hingga aktivitas seksual yang terlalu kasar.

Meski dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, kondisi vagina bengkak sebenarnya tak perlu dikhawatirkan dan bisa diatasi dengan perawatan yang ringan. Namun tetap perlu tetap waspadai

Berikut sejumlah penyebab Miss V bengkak

1. Alergi

Salah satu penyebab vagina bengkak adalah reaksi alergi. Tanpa disadari, ada berbagai produk perawatan kewanitaan dan alat pribadi yang ternyata bisa menjadi salah satu penyebab vagina membengkak. Kondisi tersebut mungkin saja terjadi karena vagina merupakan area tubuh yang cukup sensitif.

Beberapa produk yang berisiko membuat vagina bengkak, antara lain sabun, pelumas, sabun vagina, krim vagina, pembalut, kondom, hingga alat kontrasepsi.

Pembengkakan pada vagina bisa terjadi akibat reaksi dari penggunaan salah satu produk tersebut. Sebab itu, bila Anda mengalami tanda-tanda alergi pada vagina sebaiknya segera hentikan penggunaan produk perawatan tersebut.

Untuk lebih jelasnya, Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter guna memastikan penyebab alergi.

2. Iritasi

Miss V bengkak juga bisa disebabkan oleh reaksi iritasi. Umumnya, reaksi iritasi disebabkan oleh penggunaan produk yang mengandung bahan kimia di dalamnya. Misalnya, tisu toilet, sabun mandi, parfum, atau deterjen.

Penggunaan celana dalam yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan tertentu, seperti lace (renda) atau polyester, juga bisa menyebabkan area vagina menjadi iritasi. Akibatnya, hal tersebut dapat berujung pada kondisi pembengkakan pada vagina.

Terkadang jenis celana dalam lainnya, seperti thong atau G-string, juga bisa mengakibatkan iritasi. Pasalnya, thong atau G-string tidak dapat menutupi area bibir vagina (labia) sepenuhnya sehingga bisa menimbulkan gesekan pada area vagina. Jika dilakukan terus menerus, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa menyebabkan miss v membengkak.

3. Aktivitas seksual yang terlalu kasar

Hubungan seks dengan pasangan ternyata bisa membuat vagina membengkak. Biasanya kondisi ini dapat terjadi saat vagina terlalu kering atau kurang pelumas. Gesekan yang terlalu keras dan dilakukan cukup lama bisa membuat vagina Anda mengalami pembengkakan. 

Tidak hanya itu, seks yang terlalu kasar juga berisiko membuat kulit bagian dalam vagina robek. Jika dibiarkan, robekan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penyakit kelamin.

Jika Anda mengalami vagina bengkak akibat seks yang terlalu kasar, sebaiknya lakukan lebih banyak foreplay sebelum memulai hubungan intim atau selalu gunakan pelumas guna meminimalkan risiko terjadinya gesekan pada alat kelamin.
 
Namun, akan lebih baik Anda memeriksakan diri ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, guna meredakan rasa nyeri akibat vagina bengkak. 
Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."