Wabah Corona, Kanker Jenis Ini Aman Tunda Berobat ke Rumah Sakit

Ilustrasi kanker (pixabay.com)

kesehatan

Wabah Corona, Kanker Jenis Ini Aman Tunda Berobat ke Rumah Sakit

Senin, 4 Mei 2020 12:40 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Di tengah pandemi virus corona baru atau COVID-19, sejumlah protokol kesehatan diberlakukan oleh rumah sakit. Salah satu di antaranya adalah penundaan pengobatan. Sebab, sejumlah rumah sakit lebih memfokuskan penanganan pada kasus COVID-19. Lantas, bagaimana dengan pasien kanker? Mengingat ada jadwal pengecekan dan tindakan yang berisiko jika ditunda.

Menurut dokter spesialis bedah konsultan onkologi di Rumah Sakit Medistra, Sonar Soni Panigoro, ada beberapa jenis kanker yang dapat menunda kunjungan dan konsultasi ke rumah sakit seperti kanker tiroid papiler dan kanker serviks.

“Jenis kanker ini slow growing sehingga aman untuk ditunda (ke rumah sakit) untuk beberapa bulan,” katanya dalam telekonferensi Cancer Management di Jakarta pada Kamis, 30 April 2020.

Menurut Sonar, kedua jenis kanker yang mengalami kemunduran waktu terapi juga tidak akan memengaruhi survival rate atau angka kemungkinan hidup mereka. “Tidak perlu khawatir. Selain dia lambat tumbuhnya, terapi yang ditunda juga tidak akan memperburuk kondisi pasien ataupun mempengaruhi perpanjangan usianya,” ujarnya.

Namun sebaliknya, ada beberapa jenis kanker yang memang wajib ke rumah sakit karena pertumbuhan sel abnormalnya sangat cepat. Ini meliputi kanker kulit melanoma dan leukimia.

“Kanker tersebut menyebarnya sangat cepat, jadi tidak ada yang bisa dilakukan selain tetap datang ke rumah sakit karena dapat memengaruhi survival rate juga,” tuturnya.

Selain jenis kanker, kondisi pasien pun bisa mempengaruhi kebutuhan untuk ke rumah sakit. Apabila pasien kanker dalam masa pemulihan atau tinggal check up saja, maka terlepas dari tipenya, telemedicine atau konsultasi online pun bisa dilakukan.

“Tapi jenis kanker apapun kalau sudah stadium lanjut atau di atas 2A harus tetap berobat ke dokter,” imbaunya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA