Dokter yang Juga Kreator TikTok Berbagi Tips Puasa Anti-Lemas

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi puasa ramadan. TEMPO/Subekti

Ilustrasi puasa ramadan. TEMPO/Subekti

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tak sedikit orang yang merasa lemas saat melaksanakan ibadah puasa. Seorang dokter yang juga kreator TikTok, Dion Haryadi kemudian berbagi tips puasa sehat dan tak lemas melalui aplikasi itu.

"Saat ini orang lebih menyukai konten yang singkat. Dan TikTok mendukung saya untuk menyebarkan hal-hal positif, salah satunya tips menjaga kesehatan di bulan puasa ini," kata Dion Haryadi yang sudah setahun berbagi informasi kesehatan dan gaya hidup sehat.

Seorang dokter yang juga kreator TikTok, Dion Haryadi. Foto: TikTok

Berikut tips puasa anti-lemas dari Dion Haryadi:

  1. Membuat kebiasaan baik
    Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat membangun kebiasaan baik, dengan target yang jelas dan perencanaan yang matang. Contoh, mengurangi konsumsi minuman manis dimulai dengan menurunkan frekuensi minum dari pertama puasa.

  2. Jangan langsung berbuka puasa dengan makanan berat
    Ibadah puasa membuat frekuensi makan berkurang. Begitu juga kalori yang masuk ke tubuh akan berkurang dan berat badan bisa turun. Sebab itu, saat berbuka puasa jangan langsung menyantap makanan berat dan banyak. Dion menyarankan cukup minum air putih dan buah yang tinggi serat serta gula alami, seperti pada buah kurma, untuk mengembalikan kadar gula darah.

  3. Mengatur porsi makanan dengan gizi seimbang
    Untuk mendapatkan gizi seimbang yang mengenyangkan, bagi piring jadi enam bagian, dua bagian untuk karbohidrat, satu bagian untuk sumber protein seperti daging, ikan, ayam, dan lainnya; dua bagian untuk sayur-sayuran; dan satu bagian untuk buah-buahan.

  4. Pilih menu sahur dengan indeks glikemik rendah
    Sebaiknya tidak menyantap hidangan yang tinggi glycemic index atau kadar gula saat sahur. Sebab, saat puasa nanti penurunan kadar gula akan anjlok alias turun drastis dan itulah yang menyebabkan tubuh lemas. Ketika sahur, gabungkan makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, dengan makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti daging dan sayuran.

  5. Jangan malas bergerak
    Dion menyarankan waktu yang tepat untuk berolahraga adalah 30 menit sebelum buka puasa atau 2 sampai 3 jam setelah berbuka dengan makanan berat. Tapi tak perlu olahraga yang berat, cukup dengan intensitas rendah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."