Dokter Tak Anjurkan Anak Makan Wortel dan Tomat saat Diare

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Di masa pandemi virus corona baru atau COVID-19, kita diimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit jika tidak dalam kondisi kegawatdaruratan. Oleh karena itu, para dokter membagikan sejumlah kiat penanganan pertama sebelum ke rumah sakit. Contohnya saat anak mengalami diare selama di rumah saja.

Bayi atau anak yang alami diare ditandai dengan buang air besar yang encer dalam frekuensi di atas lima kali sehari. Dokter Spesialis Anak di RSIA Brawijaya Attila Dewanti mengimbau agar tidak panik dan buru-buru ke rumah sakit. Sebab, terdapat tiga cara mudah untuk mengatasi diare di rumah.

Pertama, orang tua bisa memberikan cairan oralit. Kini, telah terdapat banyak toko obat yang menjual dengan berbagai rasa seperti jeruk, stroberi hingga anggur sehingga mempermudah anak untuk minum obat. Adapun membuat oralit sendiri juga dapat dikerjakan oleh para orang tua.

“Kalau mau buat oralit alami, tinggal masukkan air sebanyak 200 cc ke dalam satu gelas mug. Kemudian tambahkan gula dan garam sejumput,” ucap dokter Attila dalam Johnson Virtual Expert Class: Merawat Anak Selama Masa Pandemi di Jakarta pada 29 April 2020.

Selain itu, orang tua juga disarankan untuk membatasi terlebih dahulu sejumlah asupan buah dan sayur pada anak. “Karena jenis makanan yang tinggi serat dan tidak larut seperti wortel, timun, dan tomat dapat menyebabkan diare pada anak semakin parah,” dokter Attila menjelaskan.

Terakhir, pastikan anak banyak minum air putih. Menurutnya, air dapat membantu dalam mengganti cairan yang keluar akibat diare. Bila dibiarkan bisa menyebabkan dehidrasi dan membahayakan organ tubuh lain dari anak.

“Air disarankan air putih karena paling baik. Tapi kalau anak susah minum air putih, boleh diselang seling dengan ASI. Yang penting banyak minum agar tidak dehidrasi,” pungkasnya.

Bila ketiga langkah di atas tidak berdampak baik pada kesembuhan anak, maka bawa anak ke dokter atau klinik terdekat.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."