Cerita Rianti Cartwright Soal Konsultasi Kehamilan saat Pandemi

Rianti Cartwright saat mengandung anak pertama. Ia berbagi kisah kehamilannya di tengah pandemi virus corona baru atau COVID-19. Foto ini diunggah pada Kamis, 23 April 2020 saat usia kehamilannya 26 minggu. Instagram.com/@riantic

kesehatan

Cerita Rianti Cartwright Soal Konsultasi Kehamilan saat Pandemi

Kamis, 23 April 2020 11:35 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Rianti Cartwright tengah mengandung anak pertama. Rianti dan suami, Cassanova Alfonso Nainggolan, sepakat menjalani proses bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) setelah sembilan tahun pernikahan untuk mendapatkan keturunan. 

Selama masa pandemi virus corona baru atau Covid-19, Rianti tetap aktif berkegiatan selama di rumah saja. Dari sejumlah unggahan Instagram-nya, ia tampak melakukan yoga, berjemur, memasak, membuat kue hingga seru-seruan menari bersama suaminya untuk video TikTok.

Hari ini, Kamis, 23 April 2020, ia menyapa warganet yang tengah hamil sama seperti dirinya. Usia kehamilan Rianti Cartwright saat ini memasuki 26 minggu.

Ia mengunggah foto dirinya tengah duduk bersila. Gaya busananya tampak santai dengan blus putih dipadu luaran bermotif bunga-bunga dan legging hamil warna hitam. Gaya rambutnya disanggul rapi ke belakang. Riasannya pun tipis hanya menonjolkan lipstik warna peach.

Rianti juga menuliskan soal konsultasi kehamilan di masa pandemi corona. "Di masa pandemi seperti ini masih kontrol ke dokter atau tidak? Bingung ya. Ada juga gak yang justru menikmati masa-masa kehamilan di rumah aja?" tulisnya.

Untuk Rianti sendiri, ia mengganti kontrol tatap muka dengan dokter dengan online consultation atau konsultasi via panggilan video, telepon, atau pesan. "Aku bisa begitu karena sudah trimester kedua yang check up-nya sebulan sekali. Kalau yang trimester pertama dan yang mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir) bagaimana ya? Berdoa untuk kita semua," jelasnya.

Menyambung pertanyaan Rianti Cartwright soal konsultasi kehamilan ke rumah sakit di tengah pandemi memang disarankan dan lebih memilih konsultasi online. Hal itu juga berlaku bagi pasangan yang tengah menjalani program hamil.

Bagi ibu hamil yang akan melahirkan, sejumlah tips juga dibagikan oleh dokter kandungan. Contohnya lima tips berikut yang dijabarkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Eka Hospital, Valencia Astri Yuwono

1. Bekali diri dengan pengetahuan

"Kita perlu membekali informasi, supaya kita sudah tahu nih kira-kira apa saja yang kejadian pada saat kita mau bersalin nantinya, dan juga jangan pernah selalu berpikir kalau kita mau bersalin normal bisa pasti terlaksana," ucap Valencia dalam Live Instagram Eka Hospital dengan tema "Persiapan Persalinan di Tengah Pandemi Covid-19" pada Senin, 20 April 2020.

Berpikir positif itu bagus, lanjut Valencia, namun ada kalanya suatu hal tidak berjalan seperti direncana. "Misalnya pembukaannya tidak nambah-nambah, ya mau nggak mau harus cepat di-caesar, yaudah nggak papa. Intinya kita harus pasrah. Apapun yang terbaik bagi kita dan bayinya," ujar Valencia

2. Sepaham dengan suami

Sebelum memutuskan melahirkan dengan metode apa dan di mana, Anda dianjurkan berdiskusi dulu dengan suami. "Untuk membagi waktu, misal ngurusin anak, ngurusin kerjaan, dukungan Air Susu Ibu atau ASI, hal penting sudah harus dibicarakan jauh sebelum waktu melahirkan. Jangan bicarakan saat sudah persalinan bisa berisiko merasa kok kita nggak sepaham, ya jadinya repot," tuturnya.

3. Menentukan tempat bersalin

Putuskan secara matang dan dengan banyak pertimbangan di mana Anda akan melahirkan, termasuk pertimbangan suami saat diskusi.

4. Belajar soal ASI

Ibu hamil disarankan untuk membaca mengenai ASI karena bagi beberapa perempuan hal itu bukan sesuatu hal mudah. Sebaiknya mempelajari hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menyusui bayi.

5. Updates informasi terkini

Beberapa rumah sakit mempunyai kebijakan khusus untuk persalinan di tengah pandemi corona. Maka dari itu, ibu hamil diharapkan untuk memperbarui atau updates informasi terkini.

Kebijakan tersebut antara lain wajib memakai masker dan cek suhu saat memasuki rumah sakit. Untuk masuk rawat inap dilakukan pengambilan darah untuk rapid test. Jikalau berpotensi positif COVID-19, akan dilanjutkan dengan rontgen dada.

"Kalau ditanya foto rontgen dada bahaya atau tidak, biasanya untuk ibu hamil diberi pelindung untuk bagian perut supaya bisa memperkecil radiasi yang masuk ke bayi. Meskipun untuk rontgen dada dengan dua posisi, radiasinya kecil," jelas Valencia.

Menurut Valencia, skrining atau pengecekan awal dilakukan untuk menjaga kesehatan bersama, yaitu si pasien dan tenaga medis di rumah sakit. "Jadi paling nggak kita bisa lihat dulu mana kira-kira pasien yang memang berisiko terhadap COVID-19 dan mana yang kira-kira dicurigai atau tidak kita curigai," pungkasnya.

SILVY RIANA PUTRI | EKA WAHYU PRAMITA