Positif COVID-19, Twindy Rarasati Pesan Pentingnya Jaga Jarak

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Selain mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya, Twindy Rarasati juga meminta maaf kepada petugas medis. Ia menulis,

Selain mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya, Twindy Rarasati juga meminta maaf kepada petugas medis. Ia menulis, "Teruntuk sahabat dan teman-teman yang masih melanjutkan perjuangan menghadapi pandemi ini, I'm sorry that I have to take a rest in this," dalam keterangan fotonya. instagram.com/twindyrarasati

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Twindy Rarasati umumkan positif terinfeksi virus corona baru atau COVID-19 via Instagram. Dalam unggahannya, bintang sinetron komedi The East ini terlihat sedang berada di tempat tidur pasien perawatan di rumah sakit. Ia mengenakan masker putih dan kacamata berbingkai cokelat tua. 

"Saya positif COVID-19, terima kasih keluargaku tersayang dan orang-orang terdekatku untuk supportnya yang melimpah, teruntuk sahabat dan teman-teman yang masih melanjutkan perjuangan menghadapi pandemi ini, I'm sorry that I have to take a rest in this one," tulis aktris yang juga dokter ini di Instagram pada Rabu, 15 April 2020.

Melalui unggahan tersebut, perempuan kelahiran 1 Agustus 1993 ini juga tak lupa mengingatkan kepada teman-temannya agar tetap sehat dan di rumah saja

"Sehat-sehat terus teman-teman semua! Stay home everyone, this too shall pass. Jangan lupa physical distancing (jaga jarak fisik), cuci tangan, makan-makanan bergizi, dan olahraga," tulis Twindy Rarasati.

Kembaran Twindy, Twinda Rarasati, memberi dukungan kepada adik kembarnya yang positif terjangkit virus Corona. Twinda mengunggah foto Twindy, yang berada di rumah sakit dengan memakai masker, di Instagram Stories. Ia berharap Twindy Rarasati segera sembuh. "She's the strongest & shall heal soon! aamin," tulisnya. instagram.com/twindararasati

Menyoal gejala COVID-19, Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, seseorang tidak perlu memiliki semua gejala untuk dapat dinyatakan telah terinfeksi. Jika memiliki satu gejala, patut diwaspadai.

"Dalam keadaan pandemi, kita harus lebih waspada. Karena beberapa gejala yang kita miliki bisa mengarah ke situ. Tidak harus seluruhnya," kata Wiku dalam acara sosialisasi melalui siaran streaming akun YouTube resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB pada Rabu, 15 April 2020.

Wiku menambahkan bahwa sangat memungkinkan terdapat kasus di mana seseorang telah terinfeksi virus, namun ia tidak memperlihatkan gejala COVID-19 yang biasa disebut Orang Tanpa gejala (OTG). "Orangnya sudah terkena virus itu, namun dia tidak demam, batuk, atau sakit tenggorokan," tutur Wiku.

Dari informasi yang dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gejala COVID-19 antara lain demam di atas 38 derajat celcius, batuk kering, dan sesak napas yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit.

Selain gejala di atas, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, mencantumkan pula kelelahan, sakit kepala, dan sakit tenggorokan dalam daftar gejala COVID-19.

Sementara itu, para peneliti Inggris di King's College London pada awal April 2020 memasukkan kehilangan kemampuan indra perasa dan pencium sebagai gejala COVID-19. Meski hasil penelitian itu sudah diunggah ke dalam jaringan (daring), namun belum diulas oleh para sejawatnya.

Informasi terbaru COVID-19 per 15 April 2020 terdapat 5.136 kasus positif COVID-19 di Indonesia, 446 pasien sembuh, dan 469 pasien meninggal.

EKA WAHYU PRAMITA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."