Studi: Obesitas Lebih Berisiko Alami Depresi

Ilustrasi obesitas. Shutterstock

kesehatan

Studi: Obesitas Lebih Berisiko Alami Depresi

Sabtu, 11 April 2020 17:30 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Berdasarkan studi terbaru di Inggris dipaparkan orang dengan kondisi obesitas rentan mengalami depresi. Para peneliti melibatkan 519.500 orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas antara tahun 2000-2016, lalu ditindaklanjuti hingga 2019.

Mereka menemukan insiden 92 kasus depresi baru per 10.000 orang per tahunnya. Para peneliti juga menemukan, antidepresan diresepkan untuk sekitar dua per tiga orang dewasa yang mengalami obesitas.

Resep untuk fluoxetine atau sejenis antidepresan yang biasa digunakan untuk mengobati depresi, gangguan obsesif kompulsif, atau bulimia turun dari 20,4 persen pada tahun 2000 menjadi 8,8 persen pada 2018, sementara sertraline (antidepresan lain) meningkat dari 4,3 persen di 2000 hingga 38,9 persen pada 2018.

"Temuan kami menyoroti hubungan kompleks antara depresi dan obesitas," kata penulis utama Freya Tyrer dari Universitas Leicester, Inggris, seperti dilansir Indian Express, Jumat, 10 April 2020.

"Kami ingin melihat panduan khusus resep antidepresan serta layanan yang berfokus pada suasana hati dan perilaku untuk meningkatkan kinerja bagi orang-orang ini," ujar Tyrer yang studinya dipublikasikan dalam jurnal Obesity itu.