Minggu Keempat Bekerja di Rumah, Ini Curhat Para Pekerja Ibu Kota

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi bekerja dari rumah. Nature.com

Ilustrasi bekerja dari rumah. Nature.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Memasuki minggu keempat bekerja di rumah atau belakangan populer dengan istilah work from home (WFH), para pekerja ibu kota berbagi rasa lewat aplikasi pesan ataupun unggahan di media sosial. Banyak yang menikmati masa WFH, tapi tak sedikit pula yang mengaku bosan karena terbiasa aktif di luar rumah dan bekerja di keramaian.

Berikut curahan hati atau curhat para pekerja ibukota yang dihimpun oleh Tempo.co

Pekerja media di Jakarta Nungki Kartikasari yang terbiasa menjalani aktivitas di luar rumah dan kerap mengunjungi beragam tempat mengaku seperti orang cacingan atau ia menyebut kakinya sudah "berakar". Tapi ia punya trik jitu mengatasi kebiasaannya yang aktif bergerak.

"Menghabiskan waktu bekerja di rumah sambil melakukan kegiatan seperti angkat jemuran ke atas, siram tanaman, menyapu dan mengepel sampai dua kali, bersih-bersih sampai bingung mau ngapain lagi. Jadinya enggak bisa diem, mau nangis karena kebosanan," tuturnya saat dihubungi Tempo.

Hal yang sama dirasakan salah satu jurnalis media cetak di Jakarta, Ferlynda Putri, yang mengaku emosinya berubah saat di kamar terus, bahkan sampai konsultasi ke psikolog. 

"Mungkin karena aku kos jadi yang dilihat cuma itu-itu saja makanya jadi pemarah. Bahkan kepikiran kebiasaan yang enggak menyehatkan aku lakukan lagi," keluhnya. Beruntung, Lynda juga berjualan sambal, sehingga masih ada aktivitas keluar rumah ke pasar beli bahan-bahan dan belajar masak lagi. 

Salah satu staf pengajar di sekolah swasta internasional, Eka Zuliati, merasa stres karena tak jumpa dengan anak didiknya. Ditambah pula bekerja dari rumah membuatnya lebih lama menghabiskan waktu di depan komputer. 

"Aku stres karena enggak ketemu anak-anak. Biarpun kalau ketemu mereka kadang stres juga," pungkasnya.

Memang ada yang merasa bosan, tapi tak sedikit pula yang menikmati momen bekerja di rumah. Hal itu diungkapkan oleh pegawai bank asing, Igna, yang mengaku nyaman dengan WFH sebab sesuai dengan kepribadiannya yang soliter jadi kondisi sekarang membuatnya tetap nyaman.

Begitu pun pegiat NGO, Nisa Rizkiah, yang merasa senang WFH karena membuatnya lebih banyak di rumah."Masa WFH juga bisa menghindarkan kita dari orang-orang toxic, disadari atau tidak buat teman-teman tapi vibe-nya bagiku kerasa banget," tuturnya.

Bagaimana dengan kamu? Jangan lupa berbagi, ya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan Anda tetap menjaga jejaring sosial Anda selama karantina diri. Meski ada anjuran pembatasan kontak fisik karena pandemi corona, maka Anda bisa tetap terhubung dengan teman Anda melalui email, media sosial, konferensi video, dan telepon.

EKA WAHYU PRAMITA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."