Amankah Pemakaian Sel Punca untuk Mencegah Penuaan?

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi sel punca. wikipedia.org

Ilustrasi sel punca. wikipedia.org

IKLAN

CANTIKA.COM, JAKARTA - Bicara soal perawatan wajah dengan stem cell atau sel punca, kita perlu ketahui bersama baru satu produk yang memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk yang dihasilkan Universitas Airlangga, Surabaya, ini bernama PUA-Skin untuk perawatan anti-aging atau penuaan.

Setelah mengantongi izin resmi, Universitas Airlangga melalui Pusat Pengembangan Penelitian Stem Cell akan melakukan produksi, formulasi, pengemasan, hingga menyerahkan ke pihak lain dalam hal ini PT. Phapros, Tbk untuk diedarkan ke pasaran. Sembari menunggu produk pertama dari sel punca ini dijual bebas, kita telusuri dulu apakah aman sel punca untuk perawatan wajah? 

Sel punca adalah sel dengan kemampuan unik untuk berkembang menjadi tipe sel khusus dalam tubuh. Di waktu yang akan datang, sel tersebut dapat digunakan untuk menggantikan sel dan jaringan yang telah rusak atau hilang karena penyakit.

Menurut dr. Haekal Anshari, M. Biomed,yang ditemui di Jakarta pada 16 Januari 2020, sel punca dari tubuh manusia disebut autologus, yakni menggunakan sel Anda sendiri. Pada transplantasi jenis ini, sel punca dikembangbiakkan, sebelum menerima terapi radiasi dosis tinggi atau kemoterapi, maupun keduanya.

Saat ini yang sudah membuktikan manfaat sel punca di bidang ortopedi. Penggunaan sel punca untuk lutut bisa meredakan masalah atau cedera pada lutut.

dr. Haekal Anshari, M. Biomed dalam acara launching rangkaian skincare anti-aging premier Y.O.U Golden Age di Jakarta, Kamis 16 Januari 2020. TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

Sementara itu, khasiat sel punca mencegah penuaan masih dalam proses penelitian, ungkap dr. Haekal Anshari, M. Biomed.

"Nah, stem cell untuk anti-aging yang digunakan ekstrak-nya sebelum menjadi stem cell dengan cara disuntikkan ke wajah kita. Jika kemarin sempat ada yang bilang jika stem cell dari buah atau makanan, jelas itu bukan stem cell, tapi hanya asam amino," jelas dr. Haekal.

Lalu, bagaimana prosedur perawatan stem cell untuk wajah? Menurut dr. Haekal prosedur terapi masih berbasis pelayanan karena baru sampai tahap penelitian. Dimulai dari sampel stem cell harus dikirim ke laboratorium yang prosesnya harus didampingi.

"Dokter yang bisa melakukan hanya di rumah sakit utama seperti yang direkomendasikan, demikian juga laboratorium yang memproses juga yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan," ujar ia.

Bagaimana dengan khasiatnya? Mengingat masih dalam tahap uji penelitian, menurut dr. Haekal menyebutkan reaksi pemakaian sel punca pada wajah sifatnya individual. Bisa jadi langsung berkhasiat atau tak berdampak bagi penggunanya.

"Namun meski demikian, penggunaan stem cell di wajah tidak menimbulkan efek samping tertentu, apalagi kalau memakai stem cell dari tubuhnya sendiri," pungkas dr. Haekal.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."