Plus Minus Aplikasi Kesehatan bagi Masyarakat, Minimalkan Hoax

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi - telehealth. Inovasi

Ilustrasi - telehealth. Inovasi "Telehealth" karya mahasiswa UI sebagai sarana monitor kesehatan di rumah. SHUTTERSTOCK KOMUNIKA ONLINE

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Di era digital ini, mulai banyak sektor konvensional yang beralih ke teknologi. Mereka memanfaatkan peran perangkat lunak untuk membantu dan memudahkan masyarakat untuk melakukan apa saja. Contohnya saja e-book hingga transportasi online. Mulai juga bermunculan pelayanan kesehatan online yang membantu masyarakat untuk terkoneksi dan berkonsultasi dengan dokter secara virtual.

Ketua Umum Pengurus Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih pun mendukung hal baik ini. Ia menjelaskan bahwa masyarakat semakin dimudahkan untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus mengunjungi rumah sakit.

Ini berarti, pasien bisa mendapatkan penanganan lebih cepat daripada harus mengantre untuk konsultasi. “Saya sangat mendukung kemajuan teknologi untuk membantu mempercepat masyarakat untuk mencari pertolongan dari segi kesehatan,” katanya usai acara peluncuran Grab Health di Jakarta, awal Desember 2019 silam.

Dengan adanya pelayanan kesehatan online pula, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang cepat, berkualitas dan kredibel dari dokter.

“Karena sampai saat ini, banyak informasi yang beredar di dunia maya tentang kesehatan yang belum tentu benar. Jadi baik sekali dengan adanya aplikasi kesehatan yang dilayani langsung oleh dokter sehingga meminimalkan hoax,” tutur ia.

Di balik segala manfaat positif yang ditawarkan, Daeng pun mengatakan bahwa terdapat pula kekurangan dari aplikasi pelayanan kesehatan. Misalnya, ketergantungan pada jaringan menjadi penghambat untuk berkonsultasi.

“Kalau berbicara soal online, sudah ranahnya jaringan, jadi masih inklusif karena bergantung pada koneksi,” tukasnya.

 

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."