Rachel Noble, Wanita Pertama di Badan Intelijen Australia

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Rachel Noble Ditunjuk sebagai Dirjen Australian Signals Directorate, ASD. [ABC.NET.AU]

Rachel Noble Ditunjuk sebagai Dirjen Australian Signals Directorate, ASD. [ABC.NET.AU]

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Pemerintah federal Australia untuk pertama kali menunjuk wanita, Rachel Noble sebagai direktur jenderal Direktorat Sinyal Australia atau ASD, lembaga yang bertanggung jawab untuk mencegat komunikasi elektronik dari negara-negara asing.  

Penunjukan Noble bersejarah karena baru pertama kali jabatan ini dinahkodai oleh perempuan.

"Penunjukkan dirinya untuk peran kepemimpinan ini merupakan langkah maju yang signifikan bagi perempuan di sektor keamanan nasional dan kami mengucapkan selamat kepadanya," kata Scott Morrison, Perdana Menteri Australia dalam pernyataannya, sebagaimana dilaporkan abc.net.au, 13 Desember 2019.

Ucapan serupa juga disampaikan Menteri Pertahanan Linda Reynolds.

Noble akan resmi menjalankan peran barunya itu pada Februari 2020. Dia menggantikan posisi Mike Burgess, yang saat ini menjabat sebagai kepala intelijen di Badan Keamanan Intelijen Australia. ASD sendiri berada di bawah payung badan intelijen Australia. 

Noble saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Keamanan Siber Australia. Dia menjadi orang ketiga yang ditunjuk pemerintah federal untuk menempati jabatan keamanan utama negara itu dalam beberapa bulan ini.

Noble akan resmi menjalankan peran barunya itu pada Februari 2020. Dia menggantikan posisi Mike Burgess, yang saat ini menjabat sebagai kepala intelijen di Badan Keamanan Intelijen Australia. ASD sendiri berada di bawah payung badan intelijen Australia. 

Noble saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Keamanan Siber Australia. Dia menjadi orang ketiga yang ditunjuk pemerintah federal untuk menempati jabatan keamanan utama negara itu dalam beberapa bulan ini.

MARIA RITA HASUGIAN

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."