Cara Joanna Alexandra dan Suami Membangun Komunikasi Deep Talk

Joanna Alexandra saat ditemui di acara Bincang Shopee bertema "Di Balik Kekuatan Keluarga" di Jakarta, Sabtu 16 November 2019. TEMPO/Eka Wahyu Pramita

keluarga

Cara Joanna Alexandra dan Suami Membangun Komunikasi Deep Talk

Senin, 18 November 2019 15:40 WIB
Reporter : Eka Wahyu Pramita Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, JAKARTA - Menjalani biduk pernikahan selama 12 tahun terlebih sejak usia muda bukanlah hal yang mudah. Begitu pun yang dialami aktris Joanna Alexandra dengan suami tercinta Raditya Oloan yang menikah pada 16 Juni 2007.

Pasangan yang telah dikaruniai empat anak ini telah menjalani fase naik turun dalam kehidupan berumah tangga. Terlebih, Joanna mengaku mereka memasuki pernikahan di usia kepala dua, masa di mana secara emosional belum benar-benar stabil.

"Rasanya bersyukur banget ya bisa melalui sampai tahun ke-12 dengan segala jatuh bangunnya," ucap Joanna usai ditemui dalam acara Membangun Hubungan Kuat dalam Keluarga Bersama Bincang Shopee di Jakarta, Sabtu 16 November 2019.

Perempuan kelahiran 23 April 1987 ini mengatakan saat memiliki anak pertama dan kedua, intensitas komunikasi dengan suaminya belum dalam seperti sekarang ini.

"Jadi, kebayang ya waktu dua anak sebelumnya kami kayak gimana masih belajar bangun komunikasi apa yang bisa kami jalani," papar Joanna.

Saat memiliki anak ketiga, Joanna merasa lebih banyak waktu bicara dengan suami tercinta. Jika awalnya setiap ditanya tentang bagaimana perasaannya, sang suami kerap menjawab klise seperti baik atau lagi capek.

"Nah lama-lama tuh Radit kayak terus nanya ke aku lebih dalam, lebih detail apa yang sedang aku rasakan, yang aku pikirkan. Jadi rutin ngajak aku deep talk berdua untuk ngobrolin hubungan kami berdua bagaimana," tandas bintang film The Tarix Jabrix 2 ini.

Joanna menilai deep talk yang dibangun oleh dirinya dan suami sangat membantu secara emosional, bagaimana satu sama lain bisa lebih jujur lagi soal perasaan. "Pasangan kita kan bukan peramal, ya, yang tahu bagaimanapun perasaan kita, kalau kitanya gak mau ngomong dengan baik-baik," pungkas Joanna.