Ragam Efek Samping Menyusui saat Hamil

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi menyusui. MomTricks

Ilustrasi menyusui. MomTricks

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Pada umumnya, tidak ada masalah untuk menyusui saat hamil. Selama ibu sanggup melakukannya, tentunya dengan izin dokter, maka Anda bisa terus menyusui bayi saat hamil. Namun, menyusui dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang mampu menyebabkan kontraksi ringan.

Selain kontraksi ringan, menyusui saat hamil juga dapat meningkatkan beberapa efek kehamilan, seperti lebih merasa mual, tidak nyaman, nyeri puting, dan nyeri payudara.

Puting sensitif yang dirasakan pada awal kehamilan dapat terasa lebih sakit karena menyusui. Selain itu, Anda juga dapat merasa kelelahan karena kehamilan. Akan tetapi, ini biasanya tidak berlangsung lama dan segera menyesuaikan diri.

Namun, jika morning sickness terjadi sangat parah, dan Anda malah kehilangan berat badan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pastikan juga Anda makan secara teratur, mengonsumsi makanan yang baik, dan minum banyak cairan.

Menyusui saat hamil membuat Anda harus lebih banyak mendapat asupan untuk bahan bakar pertumbuhan janin dan produksi Air Susu Ibu (ASI). Anda kira-kira membutuhkan 600-800 kalori ekstra, dan jangan lupa juga untuk minum 8-12 gelas per hari. Mengonsumsi vitamin D dan suplemen asam folat setiap hari juga sangatlah penting.

Setelah melahirkan, Anda juga mungkin kebingungan untuk menyusui dua bayi. Namun, jika dokter mengizinkan, Anda dapat menyusui kedua bayi secara bersamaan (tandem nursing). Ibu yang melakukan tandem nursing akan memiliki kemungkinan menderita mastitis lebih kecil daripada ibu menyusui pada umumnya.

Dalam kehamilan yang tidak berisiko atau berisiko rendah, menyusui saat hamil juga bukanlah masalah yang berbahaya. Akan tetapi, kondisi tertentu mungkin dapat membuat Anda tidak bisa menyusui bayi saat hamil. Dokter akan mencegah Anda untuk menyusui saat hamil, jika Anda berisiko melahirkan prematur, mengandung bayi kembar, pernah mengalami keguguran hingga pernah melahirkan bayi prematur

Bila Anda memiliki kondisi tersebut, dokter mungkin akan menyarankan Anda menyapih bayi untuk sementara waktu. Sebagai upaya memastikan keamanan Anda menyusui saat hamil, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter untuk menemukan jawaban yang tepat.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."