Cara Mencegah Osteoporosis dari Jalani Tes hingga Yoga

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Osteoporosis, Penyakit tanpa Tanda

Osteoporosis, Penyakit tanpa Tanda

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Pengeroposan tulang atau osteoporosis tidak lagi identik dengan penyakit orang tua, kini perlahan juga menyerang kelompok usia muda, khususnya perempuan. Menurut dokter Suci Sutinah osteoporosis masuk dalam kategori penyakit tanpa gejala, bahkan di beberapa kasus orang tersebut tak merasa kalau terkena osteoporosis. 

"Gejala ringan yang diwaspadai lebih dini susah ditandai dan dicirikan karena tulang yang kena, bukan seperti asam urat yang bisa terlihat tandanya. Waktu itu pernah ada kasus orang yang suka jatuh, terus patah terus lalu dicek ternyata osteoporosis," ujar Suci di acara kampanye Cegah Osteoporosis Sejak Dini dengan Yoga di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, lanjut Suci, kita bisa menyerap tabungan kalsium sampai di usia 30 tahun. Jadi kebutuhan kalsium disesuaikan dengan umur. Di masa anak-anak, kebutuhan kalsium meningkat sehingga perlu diberikan asupan makanan yang mengandung banyak kalsium.

Lalu bagaimana kita tahu kalau ternyata kita kena osteoporosis? Menurut Suci bisa dilakukan tes kepadatan tulang untuk melihat skornya, apakah normal, tahap aware, atau sudah harus terapi. Penanganan yang tepat bisa meminimalisasi hal buruk seperti tulang semakin tipis, lemah tulang, dan risiko patah tulang.

Selain itu yang paling penting ialah mencegahnya sejak dini dengan mengonsumsi asupan sehat gizi berimbang khususnya yang mengandung kalsium dan vitamin D, lakukan olahraga minimal 30 menit misalnya yoga setidaknya tiga kali dalam seminggu.

"Yang berat mengurangi minuman kafein, soft drink, alkohol dan juga rokok secara berlebihan," tukas Suci.

Mencegah osteoporosis memang seolah berat, namun efeknya akan Anda rasakan ketika usia makin bertambah dan bagi perempuan ketika memasuki masa menopause.

EKA WAHYU PRAMITA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."