Alasan Medis Orang Sering Buang Air Kecil di Ruangan Dingin

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi mck atau toilet. wikipedia.org

Ilustrasi mck atau toilet. wikipedia.org

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Siapa yang sering buang air kecil atau pipis saat berada di ruangan dingin atau suhu rendah? Kondisi itu wajar dari sisi medis dan disebut cold diuresis atau diuresis dingin. 

“Ketika suhu dingin, keringat tidak keluar sehingga semua cairan akan keluar melalui urine,” kata  Hydration Science Director Danone-Aqua Tria Rosemiarti di kelas Helath and Nutrition Journalist Academy, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam suhu ruang atau panas, orang umumnya akan mengeluarkan keringat. Semakin panas suhu udara, semakin banyak pula keringat yang keluar. “Di tempat panas, pasti ada keringat yang keluar meskipun tanpa kita sadari,” ujar dia.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, Amerika Serikat, ginjal menyaring sekitar setengah cangkir darah per menit, dan sekitar 150 liter darah sehari. Sebagian besar orang rata-rata memproduksi 1-2 liter urine sehari.

Namun, ketika suhu udara dingin, ginjal Anda akan menyaring lebih banyak darah daripada biasanya karena ada suplai yang meningkat. Jadi, ginjal akhirnya menghasilkan lebih banyak urine. Itu sebabnya Anda harus buang air kecil lebih sering.

Hal yang perlu Anda perhatikan, kondisi ini juga bisa menyebabkan Anda dehidrasi seperti saat berada di udara panas. Bedanya, kekurangan cairan dalam di udara dingin biasanya jarang menimbulkan rasa haus sehingga sering kali disadari. Jadi, Anda perlu tetap menghidrasi tubuh dengan mengonsumsi air putih setidaknya dua liter per hari. 

MILA NOVITA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."