4 Metode Induksi Persalinan dari Hormon Oksitosin dan Amniotomi

Ilustrasi persiapan melahirkan. Shutterstock

kesehatan

4 Metode Induksi Persalinan dari Hormon Oksitosin dan Amniotomi

Rabu, 11 September 2019 11:00 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Ibu hamil dengan usia kandungan sudah melebihi waktu persalinan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu dan belum merasakan kontraksi, membutuhkan induksi persalinan. Tentunya, keputusan itu diambil setelah melalui beberapa pemeriksaan dari dokter kandungan.

Bila Anda juga harus menjalani induksi persalinan terdapat beberapa metode dan tahapan yang perlu Anda ketahui.

1. Memberikan hormon oksitosin

Pemberian hormon ini bertujuan untuk merangsang kontraksi dan diberikan lewat suntikan ke vena. Obat yang mengandung hormon oksitosin (disebut sebagai Pitocin) awalnya diberikan dalam dosis kecil dan meningkat seiring bertambahnya pembukaan.

Selain cara-cara medis di atas, beberapa cara induksi alami juga dipercaya berhasil menghasilkan kontraksi. Cara-cara tersebut, di antaranya berolahraga ringan, misalnya jalan kaki.

Anda juga bisa melakukan hubungan seksual dan mengeluarkan sperma di liang vagina dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin. Namun jangan lakukan ini saat air ketuban sudah pecah karena bisa mengakibatkan infeksi.

Memijat puting payudara yang juga merangsang keluarnya hormon oksitosin. Lalu, akupuntur dan akupresur yang juga dipercaya bisa merangsang tubuh mengeluarkan hormon oksitosin, tapi pastikan Anda melakukannya dengan bantuan tenaga profesional.

Makan makanan pedas juga dipercaya sebagai induksi persalinan alami. Namun, jika Anda tidak tahan dengan rasa pedas, tidak perlu melakukannya karena keberhasilannya belum terbukti secara medis.

Hasil akhir dari induksi persalinan adalah munculnya rasa mulas atau kontraksi sebelum persalinan yang berlanjut pada terbentuknya pembukaan jalan lahir hingga bukaan 10. Jika tanda ini tidak muncul, maka dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan persalinan melalui operasi caesar.

2. Memberikan hormon prostaglandin

Hormon ini bisa berbentuk gel atau kapsul yang dimasukkan lewat vagina atau berupa kapsul yang harus Anda minum. Metode ini biasanya dilakukan sehari sebelum tanggal persalinan Anda untuk membuat leher rahim melunak dan menipis sehingga jalan lahir bayi akan terbuka lebar. Prostaglandin juga dapat diberikan sebelum dokter memberi hormon oksitosin.

3. Merobek membrane

Dokter akan memasukkan jarinya ke vagina Anda untuk mencapai membran pembungkus air ketuban. Ia kemudian akan menggosokkan membran tersebut ke dinding rahim sampai robek sehingga tubuh melepas hormon prostaglandin yang melemaskan leher rahim yang menjalani jalan lahir bayi. Namun, metode ini belum tentu berhasil.

4. Amniotomi

Dokter akan memasukkan kail yang terbuat dari plastik untuk merobek membran pembungkus air ketuban. Jika prosedur ini berhasil, Anda akan merasakan mulas dan melahirkan dalam hitungan jam.

SEHATQ