Induksi Persalinan Dilakukan Saat Ibu Hamil Memiliki Kondisi Ini

Ilustrasi ibu melahirkan. shutterstock.com

kesehatan

Induksi Persalinan Dilakukan Saat Ibu Hamil Memiliki Kondisi Ini

Rabu, 11 September 2019 08:00 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Bayi akan lahir ke dunia melalui vagina tak lama setelah ibu hamil mengalami tanda-tanda mau melahirkan. Namun dalam situasi tertentu, tanda itu tidak muncul juga sehingga ibu hamil harus mendapatkan induksi persalinan.

Induksi adalah cara yang dipilih oleh dokter untuk merangsang ibu hamil agar mengalami kontraksi. Meski demikian, Anda sebaiknya tidak melakukan induksi persalinan sebelum kehamilan mencapai 39 minggu, kecuali ada faktor medis yang melatarbelakanginya.

Beragam pertimbangan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan induksi persalinan ini, mulai dari faktor medis hingga nonmedis. Faktor nonmedis, misalnya rumah Anda yang terlalu jauh dari rumah sakit, sehingga terlalu berbahaya jika Anda mulas sewaktu-waktu dan tidak ada tenaga medis di sekitar Anda.

Sementara faktor medis dapat berupa adanya komplikasi yang membahayakan nyawa ibu, janin, atau keduanya, misalnya ibu hamil mengalami preeklampsia, diabetes, diabetes gestasional, volume air ketuban menipis atau terinfeksi, hingga pecah ketuban yang tidak disertai dengan rasa mulas.

Jika usia kehamilan Anda sudah berusia 42 minggu, namun belum ada tanda-tanda mau melahirkan, induksi persalinan juga bisa dilakukan.

Berikut ini sejumlah tanda-tanda mau melahirkan

1. Kontraksi yang konsisten

Kontraksi terasa seperti saat menstruasi atau rasa sakit di punggung bagian bawah. Di awal kontraksi, rasa sakit ini bisa muncul per 20-30 menit sekali, tapi akan makin intens dengan jeda yang makin sebentar jika bukaan lahir Anda sudah semakin besar (misalnya per 3-5 menit).

2. Muncul lendir darah

Lendir darah menandakan leher rahim mulai rileks dan siap untuk dilalui bayi saat persalinan, namun tidak semua ibu hamil mengalami tanda ini.

3. Anda bisa bernapas lagi

Anda bisa bernapas bebas menandakan kantong janin tidak lagi menekan diafragma karena sudah mulai memasuki panggul.

4. Pecah ketuban

Tanda pecah ketuban adalah mengucurnya air bening dari vagina Anda.

5. Merasa bugar

Ini merupakan kebalikan dari gejala kehamilan di mana Anda ingin selalu beristirahat.

SEHATQ