Pola Makan Sehat untuk Mencegah Kanker, Hindari Daging Olahan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mila Novita

google-image
Ilustrasi wanita makan buah dan sayur. shutterstock.com

Ilustrasi wanita makan buah dan sayur. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia, pengidap kanker lebih didominasi oleh kaum wanita dan mayoritas adalah pengidap kanker payudara. Selain kanker payudara, wanita juga rentan terkena empat kanker berbahaya lainnya seperti kanker rahim, mulut rahim, usus besar, dan paru-paru.

Sebagian besar kanker diketahui setelah tahap lanjut, itu sebabnya penyakit ini tergolong sulit disembuhkan. Padahal, pemicu kanker selain genetika bisa dihindari dengan mudah, salah satunya adalah pola makan. Penelitian telah menunjukkan bahwa apa yang kita makan sangat mempengaruhi kesehatan. 

Berikut pola makan yang secara signifikan dapat mengurangi risiko penyakit, terutama kanker.

Hindari daging olahan

Daging olahan seperti sosis, bakso, atau daging ham terkenal kelezatannya, tapi juga populer sebagai salah satu pemicu kanker. Daging olahan mengalami banyak perubahan kimia sebelum dikemas untuk dikonsumsi. Bahan kimia ini merusak sel-sel di usus, itulah sebabnya daging seperti itu dikaitkan dengan kanker kolorektal. Solusi terbaik adalah mengganti daging olahan dengan daging sehat lainnya seperti ikan atau ayam.

Makanan cepat saji

Makanan seperti minuman ringan, kue, burger, dan pizza telah terbukti meningkatkan kemungkinan kanker. Jangan sering-sering mengonsumsinya, gantilah dengan makanan yang lebih sehat.

Sedangkan makanan tinggi gula buatan meningkatkan kadar glukosa darah dan insulin, yang dianggap sebagai faktor risiko kanker. Insulin merangsang pembelahan sel, tingkat yang lebih tinggi yang akan mendukung pertumbuhan dan duplikasi sel kanker.

Konsumsi sayur dan buah

Dokter selalu merekomendasikan menambahkan buah dan sayuran ke dalam diet Anda. Kedua makanan kaya serat ini sangat bermanfaat bagi tubuh sehingga dikaitkan dengan pencegahan kanker. Kandungan antioksidan yang tinggi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan ancaman seperti sel kanker.

Sayuran seperti wortel dan kubis Brussel mengandung karotenoid, yang mengurangi risiko kanker paru-paru, mulut, faring, dan laring. Makanan yang mengandung likopen, seperti tomat dan semangka, menurunkan risiko kanker prostat. Demikian pula, sebagian besar buah-buahan dan sayuran mengandung senyawa yang berperan dalam mengurangi risiko kanker.

Wajib serat

Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran secara otomatis akan meningkatkan asupan serat. Makanan lain seperti biji-bijian dan lentil juga mengandung serat tinggi. Karbohidrat seperti beras merah juga penting untuk diet pencegahan risiko kanker.

Makanan berserat tinggi menjaga sistem pencernaan tetap bersih dan sehat, yang membantu menghilangkan senyawa penyebab kanker sebelum menyebabkan kerusakan. Diet tinggi serat telah dikaitkan dengan pencegahan kanker kolorektal dan kanker sistem pencernaan lainnya seperti kanker lambung.

Lemak jahat

Lemak tidak sehat tidak hanya harus dihindari untuk mencegah kanker, tetapi juga untuk mencegah sejumlah besar masalah lainnya. Khusus kanker, makanan yang mengandung lemak tidak sehat menyebabkan mutasi pada sel sehat. Selain itu, lemak trans menyebabkan Anda menambah berat badan, dan obesitas adalah faktor risiko utama untuk kanker. Ganti lemak jahat dalam menu Anda dengan yang lebih sehat seperti ikan, kacang-kacangan, atau alpukat.

TIMES OF INDIA | HEALTH LINE

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."