Kenali Penyebab Hiperhidrosis, Telapak Tangan Mudah Berkeringat

Reporter: Sehatq.com
Editor: Silvy Riana Putri
Senin, 19 Agustus 2019 05:10 WIB
Kenali Penyebab Hiperhidrosis, Telapak Tangan Mudah Berkeringat

CANTIKA.COM, Jakarta - Sebagian dari kita saat gugup atau cemas kerap mengalami kondisi telapak tangan berkeringat. Namun ada juga orang-orang yang telapak tangannya sering sekali berkeringat meskipun tidak dalam keadaan gugup atau cemas. Di masyarakat kondisi telapak tangan yang berkeringat kerap dikaitkan dengan gangguan jantung (seperti lemah jantung), namun anggapan ini tidaklah benar.

Keringat berlebih pada telapak tangan umumnya disebabkan oleh hiperhidrosis. Yaitu kondisi keringat berlebih yang terjadi akibat kelenjar-kelenjar keringat terlalu aktif. Keadaan ini dapat muncul pada seluruh tubuh maupun bagian-bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat saja (seperti, telapak tangan, telapak kaki, ketiak, maupun selangkangan).

Bila terjadi di sekujur tubuh, kondisi ini dikenal dengan generalized hyperhidrosis. Pengidapnya bisa tampak seperti seperti mandi keringat. Sementara itu, keringat berlebih yang hanya terjadi pada bagian-bagian tertentu tubuh disebut focal hyperhidrosis. Misalnya, telapak tangan berkeringat.

Hiperhidrosis sebenarnya tidak mengganggu kesehatan seseorang. Tapi menjadi masalah bagi penampilan dan pergaulan. Apabila kondisinya sangat parah, tentu bisa memengaruhi kepercayaan diri maupun kehidupan sosial penderitanya. 

Keringat berlebihan bisa saja tidak memiliki penyebab apapun dan diistilahkan dengan hiperhidrosis idiopatik primer. Namun ada juga hiperhidrosis yang dipicu oleh kondisi medis tertentu, yang dikenal dengan istilah hiperhidrosis sekunder.

Ilustrasi keringat berlebih. shutterstock.com

Hiperhidrosis Idiopatik berarti tanpa sebab yang diketahui. Pada sebagian besar kasus, jenis hiperhidrosis idiopatik primer muncul sebagai focal hyperhidrosis. Contohnya, keringat berlebihan di telapak tangan atau telapak kaki. 

Diduga, hiperhidrosis primer ini disebabkan faktor genetik karena mayoritas penderitanya memiliki saudara atau orangtua kandung yang juga mengalami kondisi yang sama. Ada juga yang menduga hiperhidrosis jenis ini berkaitan dengan sifat orang mudah cemas, gampang gugup, serta rentan tertekan. Tetapi sejumlah penelitian membantah dugaan tersebut.

Sebuah studi menemukan bahwa orang-orang yang mengalami hiperhidrosis tidak lebih rentan terhadap rasa cemas, gugup, atau stres jika dibanding dengan populasi umum yang dipaparkan dengan pemicu stres yang serupa. Yang terjadi justru sebaliknya, penderita hiperhidrosis jadi lebih mudah cemas, gugup dan stres akibat memikirkan keringat yang keluar berlebihan. 

Selain hiperhidrosis primer, ada juga hiperhidrosis sekunder. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengeluarkan keringat berlebihan akibat mengidap kondisi medis tertentu. Contohnya obesitas, penyakit asam urat (gout), menopause, diabetes mellitus, hipertiroid, hingga tumor termasuk beberapa contoh gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan keringat berlebihan pada tubuh penderitanya.

SEHATQ