Jenna Dewan Mulai Beralih Pakai Produk Kecantikan Alami

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Aktris dan penari Jenna Dewan. Instagram/@jennadewan

Aktris dan penari Jenna Dewan. Instagram/@jennadewan

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris dan penari Jenna Dewan salah satu selebriti yang terobsesi dengan dunia kecantikan. Ia kerap mendokumentasikan rutinitas perawatan kulit dan makeup sehari-hari di kanal YouTube-nya.

Baca juga: Jenna Dewan, Tubuh Langsing Berkat Dansa Hip Hop

Jenna Dewan mengaku sebagai beauty junkie. Ia bahkan mengubah pendekatannya saat berbelanja produk kecantikan sejak ia hamil putrinya, Everly Tatum yang kini berusia 5 tahun. “Semua yang saya gunakan tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan saat hamil. Saya baru saja mulai menggunakan produk-produk wajah alami, kemudian makeup bebas racun ini ” kata mantan istri aktor Channing Tatum ini kepada People.

Meski begitu, Jenna Dewan tetap memperhatikan kualitas produk. Ia menemukan produk makeup alami dan bebas racun, yang tetap membuatnya terlihat cantik. Tesktur dan warna produk makeup alami yang digunakanya bervariasi. Kini, setelah menemukan produk terbaik ia menggunakannya setiap hari.

Keputusannya mengubah produk kecantikan yang ramah lingkungan, tak lain karena Jenna Dewan juga mengubah pola makannya. Ia mulai melakukan program clean eating dan menjadi vegan. “Saya mengikuti rencana makan Kimberly Snyder, kemudian dia memperkenalkan saya untuk menerapkan clean beauty yang pada awalnya dengan produk dan minyak tertentu yang dia sukai,” ujar aktris film Step Up dan World of Dance ini.

Jenna Dewan memaparkan beberapa produk kecantikan yang mengusung konsep clean beauty yang sering digunakan. Seperti tabir surya dari Elta MD yang mempunyai efek mattifyng, serta berbasis natural dan zinc dan bronzer Savvy Minerals by Young Living yang tidak terlalu mengilap namun tetap memberikan cahaya alami yang baik pada wajahnya.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."