Suka Pakai Tabir Surya, Jangan Lupakan Kelopak Mata

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

Ilustrasi Sunblock/krim tabir surya. Shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Hati-hati dengan risiko kanker kulit bila lupa mengoleskan pelembab dengan SPF (sun protection factor) pada bagian-bagian tertentu pada wajah, misalnya kelopak mata. Berdasarkan penelitian Universitas Liverpool di Inggris, banyak area wajah yang rentan, misalnya kelopak mata, yang luput saat mengoleskan pelembab dengan SPF pada wajah daripada tabir surya biasa.

Dilansir Independent, studi yang diterbitkan di PLOS One meneliti 84 orang, 62 perempuan dan 22 laki-laki, saat memakai pelembab dengan SPF dan tabir surya pada wajah. Para partisipan diminta mendokumentasikan cara memakai pelembab dan tabir surya itu dengan memotret wajah dengan kamera yang sensitif pada UV agar peneliti bisa melihat bagian mana yang luput.

Baca juga:

Foundation atau Tabir Surya yang Lebih Dulu Dipakai? Ini Tipsnya

Berdasarkan hasil temuan, 16,6 persen bagian wajah luput saat mengoleskan pelembab SPF. Sementara itu, saat memakai tabir surya, angka itu turun jadi 11,1 persen. Perbedaan ini terjadi karena partisipan tidak banyak mengoleskan pelembab atau tabir surya pada kelopak mata.

Sebanyak 21 persen luput mengoleskan pelembab pada area itu, sementara persentase pengguna tabir surya yang tidak melindungi kelopak mata mencapai 14 persen. Menyusul penelitian, para partisipan diminta mengisi kuesioner mengenai kebiasaan memakai pelembab dan tabir surya. Dari situ terungkap bahwa sebagian besar orang tidak menyadari mereka belum sepenuhnya melindungi wajah.

"Saat memakai tabir surya dan pelembab, area sekitar mata sering terlupakan, terutama dekat hidung. Partisipan hanya menutupi area yang lebih sempit pada wajah saat menggunakan pelembab ketimbang tabir surya," jelasnya.

Para peneliti menyimpulkan orang-orang harus lebih banyak memperhatikan bagian kelopak mata saat memakai tabir surya mengingat kulit di bagian tersebut lebih tipis.

"Metode alternatif melindungi kelopak mata bisa berupa kacamata filter UV," kata peneliti.

Artikel lain:

Tips Memilih Tabir Surya yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Orang-orang yang terpapar sinar matahari lebih lama disarankan memakai tabir surya daripada pelembab dengan SPF. Untuk wajah dan leher, setidaknya siapkan tabir surya dengan jumlah yang besarnya serupa uang logam berdiameter 25 milimeter. Oleskan merata pada wajah, pakai setidaknya dua kali sehari. Namun bila aktivitas lebih banyak di luar ruangan, pemakaian ulang bisa dilakukan setiap dua jam. Jangan lupa, tabir surya akan lebih mudah menghilang bila kulit berkeringat atau terkena air.

Paparan sinar matahari berlebihan pada area kelopak mata dihubungkan dengan karsinoma sel basa, kanker kulit yang sering terjadi di area wajah, kepala, telinga dan leher.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."