Mengurangi Lemak Membandel dengan Cryolipolysis, Apa Itu?

Reporter: Silvy Riana Putri
Editor: Yunia Pratiwi
Rabu, 13 Maret 2019 16:00 WIB
 Mengurangi Lemak Membandel dengan Cryolipolysis, Apa Itu?

CANTIKA.COM, Jakarta – Bentuk tubuh ideal tanpa tampilan lemak berlebihan bisa didapatkan dengan pola makan sehat, olahraga, dan perawatan tubuh. Lemak membandel yang tak bisa hilang dari pola makan sehat dan olahraga bisa diatasi dengan sejumlah perawatan estetika non bedah, salah satunya Cryolipolysis.

Baca: Siklus Menstruasi Ternyata Dipengaruhi oleh Asupan Lemak

Direktur Medis Evitderma Aesthetic Clinic, Dwindi Saptania, mengatakan Cryolipolysis kini semakin diminati perempuan masa kini untuk mempertahankan bentuk tubuh yang diinginkan.

"Perawatan pembekuan lemak tanpa bedah ini mampu mengurangi lemak-lemak membandel hingga ke area yang sulit digapai. Disebut lemak membandel karena membutuhkan stimulasi dari luar tubuh dan alat tertentu,” jelas dokter Dwindi, saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa 12 Maret 2019.

Dokter Dwindi menambahkan, usai menjalani cryolipolysis, pasien bisa langsung beraktivitas. Hal itu yang membedakan dengan perawatan liposuction yang tidak mengizinkan pasien beraktivitas sehari-hari selama satu bulan. 

Keunggulan lainnya, cryolipolysis yang mengandalkan tenaga beku mampu mematikan satu wilayah lemak, sedangkan perawatan yang memakai tenaga panas hanya mampu mengecilkan ukuran lemak membandel dan bisa berkembang lagi jika tidak didukung pola hidup sehat.

Baca juga: 6 Gerakan Olahraga Setelah Melahirkan untuk Bakar Lemak

Sebelum menjalani cryolipolysis, dokter akan mendiagnosa kondisi pasien. Kriteria pasien yang tidak diizinkan menjalani perawatan tersebut adalah penderita epilepsi, hipertensi urgensi (darah tinggi yang tidak terkontrol), penyakit kanker, dan ibu hamil.

Setelah pemeriksaan kesehatan mendetail, termasuk riwayat alergi, dokter akan menggambar target lemak di bagian tubuh. Kemudian lemak akan dijepit dengan alat berbentuk jari-jari. Ukurannya pun beragam mulai dari yang besar hingga kecil sesuai area tubuh yang ditargetkan. 

Tiga menit pertama... baca selengkapnya

Pada tiga menit pertama akan terasa tidak nyaman karena merasakan kondisi dingin dengan suhu cukup rendah dari ruangan. Di atas waktu lima menit, pasien mulai terbiasa dengan rasa dingin. 

“Melalui alat berbentuk jari-jari itu akan dialirkan tenaga beku sesuai protokol dokter. Bisa sampai minus 9 derajat menuju lemak yang ditargetkan sehingga lemak mati karena pembekuan. Dalam waktu 6-8 minggu, lemak mati akan keluar dari tubuh melewati feses (kotoran) dan limfa,” ucap dokter Dwindi. Lama waktu perawatan tergantung area lemak yang disasar. Untuk bagian tangan bisa 50 menit dan bagian perut mencapai 60 menit.

Setelah perawatan, lemak mati akan menggumpal seperti bekas memar dan berwarna biru. Ada pasien yang akan merasakan nyeri ataupun seperti biasa saja sesuai reaksi tubuh masing-masing. Disarankan tidak melakukan olahraga angkat beban dan kickboxing serta konsumsi makanan rendah kalori.

dr Dwindi Saptania, Direktur Medis Evitderma Aesthetic Clinic, di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa 12 Maret 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

Pasien juga harus memijat bagian lemak mati dengan mengikuti sejumlah perawatan di klinik estetika dan ketika berada di rumah. “Ketika sedang di rumah, pasien bisa memijat area lemak mati pas mandi. Dipijat ke arah limfatik. Kalau lemak mati itu ada di area perut arah pijatan menuju ke bawah. Bila ada di area lengan, pijat ke arah pangkal lengan, supaya jalan ke arah limfatik,” tuturnya.

Setelah 6-8 minggu, dokter akan melihat perubahan lemak sesuai kondisi tubuh masing-masing pasien. “Ada yang habis lemak matinya saat satu kali perawatan. Tapi ada pula yang hanya berkurang 1-2 centimeter.

Artikel lainnya:
Makanan dan Minuman Pembakar Lemak Wajib Dikonsumsi Sebelum Tidur

Tingkat keberhasilan tidak bisa disamaratakan pada setiap pasien. Sebab kondisi mereka unik dan berbeda. Bila belum maksimal, pasien bisa melakukan perawatan kembali dan diperkuat lagi pola hidup sehatnya. Di Evitderma Aesthetic Clinic, satu jepitan jari-jari cryolipolysis senilai Rp 5 juta. Dalam satu perawatan bisa lebih dari dua jepitan,” pungkas dokter Dwindi.