Alasan Orang Takut Menyandang Status Jomblo

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi jomblo. hipwee.com

Ilustrasi jomblo. hipwee.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Banyak orang takut atau merasa cemas dengan status lajang atau jomblo karena berbagai stigma negatif. Rasa cemas semakin tinggi ketika Anda mengetahui mantan pasangan sudah mendapatkan pengganti. Dalam kondisi ini, seseorang bisa saja terpicu untuk segera mencari pasangan tanpa mempertimbangkannya secara matang.

“Dari para klien yang bicara, saya menyadari banyak orang takut sendirian,” kata Carolin Muller, terapis psikologi daring asal Jerman, kepada media Insider. “Banyak orang yang merasa seperti ini, mereka tidak takut terhadap apapun kecuali menjadi seorang single, seolah itu adalah kasus terburuk yang bisa terjadi."

Artikel terkait:

Temanmu Masih Jomblo, Jangan Keceplosan 5 Kalimat Ini ke Dia

Muller mengatakan banyak orang berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain hanya karena mereka ketergantungan pada perasaan nyaman yang didapat dari perhatian orang lain. Namun ini berarti mereka mempunyai risiko lebih besar untuk jatuh ke tangan seseorang yang memberi pengaruh buruk.

“Saya kenal orang-orang termasuk klien saya yang tidak pernah melajang seumur hidupnya. Dan jika kalian pikirkan, ini adalah ketakutan yang aneh. Pikirkan jika kalian sendiri, tanpa pasangan, ini adalah kesempatan yang baik untuk lebih mengenal diri sendiri dan belajar lebih mencintai diri sendiri,” urai Muller.

Padahal, Anda tidak perlu terlalu mencemaskan status jomblo sebab terlalu bergantung pada hubungan dengan orang lain justru tidak baik bagi kesehatan mental.

Ilustrasi wanita lajang. shutterstock.com

“Jika Anda mendapatkan semua kepercayaan dan harga diri dari apa yang orang lain katakan tentang Anda, maka Anda akan menjadi ketergantungan terhadapnya,” lanjut Muller.

Sebagai contoh, Anda pasti senang jika disebut cantik, menyenangkan, dan menakjubkan. Tapi jika Anda tidak mengatakan hal yang sama pada diri sendiri, Anda hanya mendapatkan pengakuan dari luar.

“Lalu, jika pasangan mengkhianati, meninggalkan Anda demi orang lain, atau bahkan meninggal dunia, kekuatan dari pengakuan ini ikut menghilang,” kata Muller.

Baca juga:

Jomblo Tak Perlu Takut Kesepian, Rasakan 3 Kebaikannya

“Anda akan merasa seperti ditarik kembali dari semua kebaikan yang pernah dikatakan dan ini adalah perasaan yang buruk. Bukan karena melajang itu buruk, tetapi karena Anda bergantung pada pengakuan yang diberikan orang lain tentang,” lanjut Muller.

Bukan berarti Anda tidak boleh berpikir untuk kembali mencari pasangan. Namun tekankan bahwa menjadi jomblo bukanlah akhir dari segalanya. Dengan menjadi jomblo, Anda justru mempunyai kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri dan belajar mencintai diri sendiri tanpa bergantung pada pengakuan orang lain.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."