Dengar Suara Air Hujan Mendatangkan Ketenangan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi hujan. Physicsworld.com

Ilustrasi hujan. Physicsworld.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Banyak hal yang bisa dilakukan agar pikiran merasa tenang. Mulai dari mendengarkan musik yang lembut, membaca, sampai tidur. Tapi ada satu lagi aktivitas yang bisa membuatmu tenang, yakni mendengarkan suara air hujan.

Baca: Musim Hujan, Simak Tips Keringkan Barang Basah

Psikolog Emily Mendez mengatakan, setiap orang pada dasarnya mengalami depresi ringan. Salah satu kiat sederhana mengatasi kondisi tersebut dengan mendengarkan suara rintik hujan.

"Hujan memiliki pola yang dapat diprediksi. Otak kemudian memprosesnya sebagai suara yang tidak mengancam sehingga efeknya menenangkan," ucap Emily Mendez seperti dikutip dari Health Line.

Jika cuaca belum hujan, mendengarkan rekaman suara rintik hujan menjadi salah satu media yang dapat membantu meditasi sehingga dapat merelaksasi tubuh. Biasanya, suara rintik hujan disetel di tempat khusus untuk menyegarkan diri, seperti panti pijat maupun pusat kebugaran.

Ilustrasi wanita kehujanan. pinterest

Hasil penelitian lainnya menunjukkan suara rintik hujan dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi ketegangan pada otak. Bahkan, aroma tanah yang tersiram air hujan dapat merangsang indera penciuman yang diterjemahkan otak dengan efek ketenangan.

Orang yang menyukai hujan biasanya memiliki kepekaan dan selalu berpikir positif. Itulah sebabnya suara gemericik air hujan bisa membantu mengatasi depresi. Saat tubuh lelah dan pikiran semrawut, cobalah tenangkan diri dengan mendengarkan suara rintik hujan.

Jika di luar ruangan sedang hujan, coba alihkan pandangan keluar jendela sambil menenangkan diri. Apabila kurang puas, bisa sekalian mandi hujan agar kepenatan terasa lebih ringan. Rasakan kebebasan sebagaimana saat masih kanak-kanak dulu.

Artikel lainnya:
Hujan Deras, Lakukan 4 Hal Ini untuk Mencegah Banjir di Rumah

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."