Alasan Wanita Bertahan Meski Rumah Tangganya Tak Bahagia

Ilustrasi keluarga/istri-suami-anak di atas kasur. shutterstock.com

cinta

Alasan Wanita Bertahan Meski Rumah Tangganya Tak Bahagia

Minggu, 14 Oktober 2018 06:00 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Beberapa orang mungkin heran dengan kehidupan rumah tangga orang lain yang menurut mereka tidak ideal. Misalnya, suami selinguh, kondisi ekonomi keluarga serba kekurangan, suami istri sering bertengkar, dan lain sebagainya. Pihak wanita atau istri umumnya memilih bertahan dengan kondisi rumah tangga seperti ini.

Baca:4 Dari 10 Wanita Indonesia Suka Bandingkan Diri dengan Orang Lain

Mengutip Divorced Moms, berikut beberapa alasan istri bertahan dengan pernikahan yang tak bahagia dan tetap membina rumah tangga meski perbuatan pasangan begitu menyakitkan.

1. Rasa takutBeberapa wanita menikmati peran sebagai ibu rumah tangga. Bagi para istri yang tidak bekerja, mereka biasanya aktif di kegiatan sekolah anak-anak dan punya lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan teman-teman.

Para istri yang menikmati peran dan khawatir dengan perceraian dengan segala implikasinya akan memilih bertahan meski kondisi rumah tangganya berantakan. Sebab, perceraian akan mempengaruhi kedudukan sosial, tempat tinggal, dan kondisi keuangan.

Bagi mereka, perceraian juga mejadi pertaruhan: tetap berada dalam situasi pernikahan yang tidak bahagia atau menghadapi perubahan.

2. Demi anak-anakPerempuan yang bertahan dalam pernikahan yang pahit memilih bertahan demi anak-anak. Bagi mereka, anak-anak berhak mendapatkan kasih sayang dari orang tua meski ayah dan ibunya tak akur.

Ibu juga menjadi orang yang paling merasa bersalah jika anak-anak tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dalam keluarga. Sebab, ini menjadi fondasi awal kehidupannya.

3. Bisa menghadapi semua masalahAda perempuan yang memiliki mentalitas kuat sehingga mampu menghadapi apapun persoalan dalam rumah tangganya. Tekad kuat untuk mempertahankan apa yang dia miliki dan rawat hingga akhir nanti membuatnya fokus untuk menerima dan mengelola semua kondisi yang ada.

Contoh jika suami selingkuh. Ada perempuan yang mungkin malah menyalahkan diri sendiri dan memaafkan suami yang berbuat itu. Bahkan ada di antara mereka yang percaya kalau berselingkuh merupakan bagian dari DNA pasangan, terutama jika perilaku itu sering terjadi dalam keluarga suami.

ASTARI PINASTHIKA SAROSA

Artikel lainnya:Punya Pacar Wanita Pendiam Ternyata Banyak UntungnyaHal yang Ada di Benak Wanita Saat Bertemu Cowok Ganteng