Sri Mulyani Bicara Ulos: Usianya Ada yang Sama dengan Saya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri World Economic Forum on ASEAN di Convention Center, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. REUTERS/Kham

ragam

Sri Mulyani Bicara Ulos: Usianya Ada yang Sama dengan Saya

Kamis, 20 September 2018 15:27 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi para pelestari kebudayaan Indonesia, termasuk mereka yang masih menyimpan kain ulos yang diwariskan secara turun-temurun. Seorang pelestari kain ulos Devi Luhut Panjaitan, yang juga istri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menghadirkan 70 koleksi kain ulosnya di Museum Tekstil, Jakarta.

Baca juga:Sri Mulyani Menteri Perempuan Kekinian, Bikin Vlog Melek Medsos

Pameran yang digelar mulai Kamis, 20 September hingga 7 Oktober 2018 ini bertajuk ‘Ulos, Hangoluan & Tondi’. Sri Mulyani terkesan dengan konsep pameran yang dibuat dikemas segar dengan alur cerita dan instalasi kreatif. Pameran kain ulos ini dibagi menjadi empat, sekaligus menandakan empat fase kehidupan manusia, yakni kelahiran, kehidupan, pernikahan, hingga kematian.

“Saya baca tentang ulos sungguh luar biasa. Semuanya bisa di-capture dalam berbagai ulos dan saya pribadi ingin belajar lebih banyak," kata Sri Mulyani di Museum Tekstil, Jakarta, Rabu 19 September 2018. "Karena kita hidup tidak tahu bagaimana dilahirkan hingga kembali kepada Maha Pencipta."

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama dengan Devi Pandjaitan di Pameran Ulos di Museum Tekstil, Jakarta, Rabu, 19 September 2018. (Tempo/Yatti Febri Ningsih).

Selain kagum dengan filosofi kain ulos, Sri Mulyani juga terpukau karena di pameran itu ada kain ulos yang usianya 50 sampai 100 tahun, dan masih terpelihara dengan baik. "Usianya (ulos) bahkan ada yang di atas 50 tahun, berarti hampir sama dengan (usia) saya dong,” ucap perempuan 56 tahun ini.

Sri Mulyani berharap kain ulos bisa menjadi kekayaan dan kebanggaan bangsa untuk memajukan Indonesia di kancah internasional. Dia percaya di tengah gempuran aneka barang bermerek yang ada di pasaran dan arus globalisasi, kebudayaan masih dipegang sebagai identitas bangsa.

YATTI FEBRI NINGSIH

Artikel lainnya:Menang Lelang Batik Sri Mulyani, Wanita Ini Juga Ingin Cermerlang