Bowo Alpenliebe di Aplikasi Tik Tok, Terjebak dan Kecanduan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Mendamaikan Anak dengan Gadget

Mendamaikan Anak dengan Gadget

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Seorang anak laki-laki bernama Bowo Alpenliebe menjadi selebriti di aplikasi Tik Tok. Akun Tik Tok dia, @prabowo118 sudah punya lebih dari 790 ribu fans dan 6,8 juta like untuk semua video. Aplikasi Tik Tok adalah software yang memungkinkan pengguna membuat video musik pendek dengan menyelaraskan bibir.

Baca juga:
Anak Tergila-gila Aplikasi Tik Tok, Psikolog: Orang Tuanya Mana?

Yang membuat Bowo Alpenliebe menjadi sorotan adalah, dia mengenakan tarif Rp 80 ribu bagi mereka yang ingin bertemu dan foto bareng dengannya. Psikolog Kasandra Putranto yang mengamati fenomena Bowo Alpenlibe menilai anak lelaki bernama asli Prabowo Mondardo itu adalah satu dari sekian banyak sosok remaja yang terdampak perkembangan teknologi. Cara ini dilakukan anak-anak sekarang supaya eksis atau keberadaannya diakui di lingkaran pertemanan mereka.

"Bowo adalah representasi fenomena remaja Indonesia yang mencari kesenangan, terjebak dalam kecanduan aplikasi dan ingin mencapai ketenaran instan," kata Kasandra Putranto di Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018. Apa yang terjadi pada Bowo Alpenleibe ini, dia melanjutkan, merupakan motivasi ekstrinsik luar diri, seperti ingin menjadi idola, memiliki pengagum, disukai orang lain, dan ingin mendapat kompensasi materi.

Ilustrasi anak bermain gadget. Shutterstock

Kasandra Putranto mengakui bocah 13 tahun itu pandai melihat peluang bisnis. Hanya saja, dia tidak memikirkan efek jangka panjang atau dampak lain dari jumpa fans yang digelar, terutama karena sebagian besar orang yang bertemu dengannya di dunia nyata merasa kecewa. "Nekat mengadakan meet and greet lebih pada kemampuan membaca peluang bisnis. Bahwa ternyata fans kecewa, itu fakta lain yang harus dikelola," kata Kasandra.

YATTI FEBRI NINGSIH

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."