Berhubungan Intim saat Ramadan, Waktu Kritis Jangan Tambah

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi seks. radiox.com

Ilustrasi seks. radiox.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Puasa di bulan Ramadan membuat orang belajar meredam hawa nafsu berupa lapar dan haus, termasuk hasrat berhubungan seksual. Di zaman Nabi Muhammad SAW, selama bulan Ramadan berjalan maka selama itu pasangan suami istri muslim tidak melakukan hubungan intim.

Baca juga:
Ramadan, Tips agar Anak Tak Rewel Saat Ikut Salat Tarawih
Mau Puasa Ramadan tapi Masih Ragu Sudah Bersih Haid atau Belum

"Sebelum turun ayat tentang dibolehkannya berhubungan intim saat Ramadan, tidak ada yang berani melakukannya," kata anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI, Mursyidah Thahir di Jakarta. "Jadi, siang malam selama satu bulan itu ya puasa."

Hingga kemudian banyak umat muslim yang tidak bisa menahan hasrat mereka kemudian mengadu kepada Nabi Muhammad. "Kemudian turun firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 187," ucap Mursyidah. Arti Surat Al-Baqarah ayat 187 adalah "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."

Mursyidah menjelaskan, dengan turunnya ayat tersebut maka umat muslim boleh melakukan hubungan suami istri karena masing-masing adalah bagian dari yang lain. "Allah juga mengetahui kalau ada orang yang tidak tahan untuk bisa berhubungan seksual dengan istri atau suaminya, sehingga bertanya-tanya kapan bisa berhubungan intim di bulan Ramadan," ucap dia.

Ilustrasi pasangan dengan masalah seks. shutterstock.com

Pada prinsipnya, Mursyidah melanjutkan, dibolehkanberhubungan suami istri sejak berbuka puasa sampai subuh. Jadi maksud dari hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam adalah tanda saat fajar sudah menyingsing atau masuk waktu imsak. "Imsak menjadi penanda harus menghentikan segala yang dilarang dalam puasa, yakni makan, minum, dan berhubungan seksual," katanya.

Hanya saja ada beberapa kasus, misalnya saat sahur belum ingin melakukan hubungan suami istri namun mendekati imsak, tiba-tiba hasrat itu muncul dan terjadilah hubungan seksual. "Sudah waktunya mepet menjelang subuh, suami istri berhubungan badan dan belum selesai menjelang imsak. Nah, itu boleh diselesaikan, tapi enggak boleh tambah," kata dia. "Intinya, sekadar menyelsaikan boleh, tapi tidak boleh mengulangi atau memulai hubungan intim."

Mengenai mandi wajib setelah suami istri bercampur, Mursyidah mengatakan lakukan seperti biasa dengan niat mandi wajib, kemudian salat subuh.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."