Mengenal Retinopati Diabetika Penyebab Kebutaan karena Diabetes

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

Ilustrasi diabetes. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Salah satu penyebab kebutaan adalah penyakit retinopati diabetika. Penyakit ini menyerang pembuluh darah retina yang disebabkan oleh diabetes melitus. Sedangkan retina merupakan lapisan saraf mata yang melapisi dinding dalam bola mata yang berfungsi menerima cahaya/obyek dan mengirimkan gambar tersebut ke otak.

Menurut dr. Damara Andalia, Dokter Spesialis Mata di Jakarta Eye Center (JEC), Retinopati Diabetika merupakan salah satu penyebab utama kebutaan dan paling sering ditemukan di klinik-klinik pelayanan mata. "Penderita diabetes 25 kali lebih besar kemungkinan terjadinya kebutaan dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes," tuturnya, belum lama ini.

Damara menambahkan angka kejadian retinopati diabetika bergantung pada lamanya menderita diabetes. Di antara pasien yang menderita diabetes selama 10 tahun, sebanyak 50 persen di antaranya akan menderita retinopati diabetika.

Baca juga: Kurangi Kolesterol dan Risiko Diabetes dengan Buah Ini 

Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan terbanyak di kalangan dewasa aktif di negara maju, dan negara berkembang mulai menunjukkan tren serupa. Sementara di Indonesia, retinopati merupakan kelainan retina yang paling sering dialami pasien penyakit mata.

Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

Baca juga: Penderita Diabetes, Bisa Makan Nasi dengan Tepung Kelapa

Tahapan Retinopati diabetika berawal dari Non-Proliferative Diabetic Retinopathy (NPDR). Pada kondisi ini, pembuluh darah retina yang halus mengalami kebocoran berupa cairan dan darah ke retina. Akibatnya, retina membengkak dan membentuk deposit yang disebut eksudat.

Penderita NPDR ringan cukup banyak meski pada umumnya tidak menyebabkan gangguan penglihatan. Penglihatan baru terganggu apabila sudah terjadi edema (bengkak) atau iskemia pada pusat retina (makula).

Baca juga: Anak Sering Sarapan Sereal, Waspadai Bibit Diabetes 

Setelah NPDR kondisi berlanjut menjadi Proliferative Diabetic Retinopathy (PDR). Kondisi ini terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru (neovaskularisasi) yang abnormal pada permukaan retina dan saraf optik. Pada kondisi inilah muncul ancaman kebutan pada pasien.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."