Psikolog: Ada 3 Faktor Pendukung Wujudkan Cita - cita Anak

Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

Keluarga

Psikolog: Ada 3 Faktor Pendukung Wujudkan Cita - cita Anak

Jumat, 5 Januari 2018 20:18 WIB
Reporter : Yunia Pratiwi Editor : Rini Kustiani

TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya sukses mencapai cita-cita, baik di bidang akademis maupun bidang lain. Setiap orang tua ingin melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berprestasi.

Baca juga:Difteri Rentan pada Anak, Ketahui Cara Penularan dan Mencegahnya

Psikolog anak dan remaja, Tara de Thouars mengatakan ada beberapa faktor yang dapat mendukung anak mencapai cita-cita yang diinginkan, yaitu kognitif, kepribadian, dan minat. Ketiga faktor ini membutuhkan peranan penting dari orang tua dan lingkungan sekitar, baik guru maupun anggota keluarga lainnya.

“Yang pertama dari segi kognitif terkait dengan kecerdasan anak atau kemampuan otak," kata Tara de Thouars di Jakarta. Yang kedua adalah kepribadian yang mendukung anak mencapai cita-citanya. Dukungan kepribadian ini mencakup percaya diri, mandiri, daya juang, hasrat berprestasi. Dan yang terakhir adalah minat, apakah anak ini mempunyai hobi atau ketertarikan tertetu dalam beraktivitas.

Ilustrasi cita-cita anak. Aliexpress.com

Beragam upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung tiga faktor tadi. Contoh, untuk mendukung kecerdasan anak dapat dilakukan dengan memperhatikan nutrisi untuk anak. Asupan gizi seimbang dapat menstimulasi perkembangan otak anak. Selan itu, orang tua juga harus memberikan dukungan positif kepada anak. Dorongan ini dapat membuat anak tumbuh percaya diri dan bersemangat untuk untuk mengembangkan minatnya.

“Jadi ketiga hal ini kalau bisa tercapai dengan baik dari segi kemampuan kecerdasan anak otaknya berkembang, pribadinya baik secara emosional sehat dan baik, dan punya minat yang mumpuni. Kalau ini jadi satu bisa menggali potensi yang baik dari anak,” ujar Tara. Sebaiknya ketiga faktor ini harus seimbang. Jika salah satu faktor tidak terpenuhi, misalnya anak yang cerdas, ingin memilki prestasi, namun tidak ada fasilitas untuk mendukungnya, maka dapat menghambat perkembangan minat anak.

NIA PRATIWI