Yang Perlu Diperhatikan saat Mengonsumsi Obat Flu dan Alergi secara Bersamaan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
ilustrasi obat (pixabay.com)

ilustrasi obat (pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) memperingatkan agar tidak mengonsumsi lebih dari satu obat dalam satu waktu, terutama jika keduanya memiliki bahan aktif yang sama. Misalnya, antihistamin dosis ganda dapat menyebabkan sedasi (menenangkan) atau, dalam kasus yang parah, kesulitan bernapas, menurut National Capitol Poison Center. Lantas, bolehkah minum obat flu dan alergi bersamaan? Jawabannya boleh asalkan memperhatikan beberapa hal berikut. Sebelumnya, kita ketahui dulu

Mengingat gejala pilek dan alergi serupa, Anda tidak perlu mengonsumsi obat secara berlebihan. Selain itu, banyak obat batuk dan pilek yang dijual bebas (OTC) serta obat alergi mungkin memiliki bahan yang serupa, menurut dokter spesialis penyakit dalam Erica Patel yang berbasis di California.

Pikirkan baik-baik tentang apa yang sebenarnya Anda butuhkan. “Hanya minum obat yang secara langsung mengatasi gejala yang Anda alami,” kata Dr. Patel dikutip dari laman Pop Sugar, Kamis, 6 Juni 2024.

“Kalau misalnya sedang batuk, minum saja obat pereda batuk. Jangan memilih obat kombinasi yang juga mengandung dekongestan dan pereda nyeri jika Anda tidak juga mengalami gejala tersebut,” ucapnya.

Hal ini terutama berlaku jika Anda sudah mengonsumsi sesuatu yang membantu mencegah gejala tersebut, seperti pil alergi.

“Cara terbaik untuk menghindari overdosis bahan adalah dengan membandingkan label,” katanya.

Misalnya, jika satu obat mengandung asetaminofen, maka hindari mengonsumsi obat lain yang mengandung asetaminofen. Dan pastikan untuk memeriksa label untuk mengetahui adanya kontraindikasi. Contoh di kemasannya tertulis, "Jangan minum ini jika Anda juga sedang mengonsumsi.

Jika tidak demikian, seharusnya relatif aman untuk meminum obat flu dan alergi secara bersamaan selama Anda mengikuti aturan yang ada. petunjuk dosis pada kemasannya, kata dokter Patel.

Bahan obat flu dan alergi yang umum

- Obat pereda nyeri: asetaminofen atau ibuprofen

- Dekongestan: fenilefrin, pseudoefedrin, oksimetazolin

- Penekan Batuk: dekstrometorfan, guaifenesin

- Antihistamin: diphenhydramine (Benadryl), loratadine (Claritin), cetirizine (Zyrtec), fexofenadine (Allegra)

Bisakah Anda Mengonsumsi Benadryl dan Sudafed Bersama?

Ya. Sudafed (pseudoephedrine) adalah dekongestan, sedangkan Benadryl (diphenhydramine) adalah antihistamin. "Antihistamin dan dekongestan bekerja secara berbeda dan sering kali digabungkan dalam obat flu dan alergi," menurut situs Benadryl. “Bersama-sama, mereka meredakan gejala alergi dan hidung tersumbat.”

Bisakah Anda Menggabungkan Claritin dan Sudafed Bersama?

Tergantung. Jika Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi Sudafed (pseudoephedrine) dan Claritin (loratadine), pastikan untuk memeriksa kembali jenis Claritin yang Anda miliki, serta label fakta obat untuk bahan-bahannya.

“Tidak ada interaksi obat antara pseudoephedrine dan loratadine, namun obat-obatan seperti Claritin-D mengandung loratadine dan pseudoephedrine,” menurut National Capital Poison Center (NCPC).

Bisakah Anda Mengonsumsi Zyrtec dan Mucinex?

Biasanya ya. Standard Mucinex mengandung guaifenesin dan bertindak sebagai penekan batuk, sedangkan Zyrtec adalah antihistamin, mirip dengan Benadryl dan Claritin. Namun produk Mucinex tertentu mengandung obat penekan dan antihistamin, sehingga Anda hanya boleh mengonsumsi satu antihistamin (Mucinex atau obat alergi pilihan Anda).

Pastikan untuk memeriksa bagian fakta obat pada pengobatan Anda untuk memastikan Anda tidak mengonsumsi dua antihistamin.

Bisakah Anda Menggabungkan Claritin dan Flonase Bersamaan?

Ya. Fluticasone (Flonase) dan loratadine (Claritin) terkadang digunakan bersamaan untuk meredakan alergi dan tidak memiliki interaksi obat yang signifikan, menurut NCPC.

Pada akhirnya, jika Anda tidak yakin bagaimana obat flu dan alergi akan berinteraksi satu sama lain, hubungi dokter atau apoteker Anda untuk mendiskusikan pilihan Anda.

Pilihan Editor: Tips Membeli Obat Agar Tidak Salah Pilih, Sesuai dengan Resep Dokter

POP SUGAR

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."