Program Makan Siang Gratis Diubah Menjadi Sarapan Bergizi Gratis, Ini Kata Pakar Gizi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rezki Alvionitasari

google-image
Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk periode mendatang mengubah konsep program makan siang gratis yang diusungnya ketika kampanye pemilihan umum atau Pemilu 2024. Dari makan siang gratis, program itu berubah menjadi makan bergizi gratis

Prabowo berencana menyediakan sarapan bergizi seimbang bagi siswa sekolah yang membutuhkan. Alih fokus program unggulan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu telah dibahas bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas. 

“Perubahan waktu itu lebih tepat, yakni sarapan menjelang proses kegiatan pembelajaran,” kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas, Amich Alhumami, seperti dikutip Koran Tempo edisi Jumat, 31 Mei 2024. 

Perubahan skema dari makan siang menjadi sarapan ini menyedot perhatian para pakar gizi. Guru Besar bidang pangan dan gizi Institut Pertanian Bogor, Ali Khomsan, mengatakan kontribusi gizi dari makan pagi ini sekitar 25 persen. Sementara itu, kontribusi untuk makan siang ditaksir sekitar 35 persen. 

Dia menyebut program ini akan berhasil dengan catatan saat pelaksanaannya tergantung pada kesiapan penyediaan makanan. Makan siang gratis disebut lebih memiliki keleluasaan penyajian daripada sarapan. Namun, Ali mengatakan konsep apa pun yang terpilih, makan gratis harus disajikan dengan nilai gizi seimbang yang akan terlihat dari aneka menu yang tersaji. 

Sementara itu, ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, Toto Sudargo, mengatakan sarapan sama baiknya dengan makan siang karena dapat memenuhi sepertiga kebutuhan gizi anak. Syaratnya, menu yang tersaji dalam piring anak-anak itu harus seimbang, seperti jumlah karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. 

“Pengemasan sarapan gratis harus menarik supaya diminati anak-anak dan dihabiskan,” kata Toto. 

Hingga kini pemerintah Presiden Joko Widodo atau presiden terpilih Prabowo belum menetapkan lembaga yang akan bertugas mengeksekusi program makan bergizi gratis ini. Bappenas diperkirakan akan menjadi lembaga yang menjalankan program ini sudah mendapat informasi soal pelaksanaannya.

TKN Prabowo-Gibran Sebut Konsep Sarapan Lebih Fleksibel

Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, mengatakan alasan jagoannya di Pemilu 2024 itu mengubah konsep ini karena disesuaikan dengan jadwal pembelajaran anak. Langkah ini disebut lebih fleksibel daripada makan siang. 

"Sarapan gratis lebih fleksibel waktunya serta bisa disesuaikan dengan jadwal pembelajaran setempat,” kata Drajad. Kegiatan belajar siswa sekolah dasar atau SD yang menjadi target utama program ini umumnya selesai pukul 11.00-12.00 menjadi pertimbangan lain. 

Selain itu, mengubah makan siang menjadi sarapan gratis disebut akan berpengaruh signifikan terhadap anggaran. Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko kepada beberapa media di Magelang, Jawa Tengah, Jumat pekan lalu mengatakan perubahan waktu ini bisa menghemat bujet hingga separuhnya. 

Awalnya, TKN Prabowo-Gibran memperkirakan kebutuhan anggaran makan siang gratis sebesar Rp 450 triliun per tahun dengan asumsi harga satu porsi makanan Rp 15 ribu. Selain mengalihkan program menjadi sarapan bergizi gratis, Prabowo berjanji akan mengutamakan sumber pangan lokal untuk memberdayakan warga setempat sekaligus menekan biaya.

Pilihan Editor: Cara Nana Mirdad Mengatur Pola Makan, Masak Sendiri dan Kurangi Asupan Gula

ADIL AL HASAN

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."